Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Ditengarai Beck Up Penambang Ore Nickel, Oknum Sekcam Keroyok Wartawan

  • Bagikan

Konawe Selatan, Nuansainfonews.com – Kekerasan kembali terjadi terhadap Boys, wartawan www radartenggara co.id yang melaksanakan tugasnya sebagai Jurnalistik di lapangan.

Kronologis berawal saat pimpinan redaksi media radartenggara.co.id meminta tanggapan kepada salah seorang anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk kepentingan pemberitaan yang diketahui bernama Betsar. Terkait adanya dugaan penambangan ore Nickel ilegal di Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan yang diduga dilakukan oleh PT. Enam Sembilan.

Namun anggota LSM tersebut Betsar, enggan memberikan komentar yang “notabene” sudah berpihak kepada penambang.

Malahan berdasarkan sumber yang berhasil disadap media ini menyebutkan, justru oknum LSM tersebut melaporkan hal itu kepada oknum Sekcam Tinanggea yang ditengarai membeck up penambangan PT Enam Sembilan Mineral.

Baca Juga:  14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

Sumber menyebutkan, berselang sekitar 1 jam kemudian terjadilah pemukulan kepada Boys, wartawan media radartenggara co.id yang dilakukan secara bersama-sama oleh Noerwan S.Sos Oknum Sekcam dan Dirham.

Yang mana Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah keluarga korban Desa Ngapaha, Kec Tinanggea, Kab Konawe Selatan, Sultra (Jum,at 26/11/2021).

Atas kejadian itu korban langsung melaporkan kedua pelaku ke Polsek Tinanggea dan melakukan visum pada pembengkakan di bagian kepala di Puskesmas Tinanggea

Kedua pelaku dilaporkan dengan tuntutan Pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan dan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan serta Pasal 18 ayat 1 UU Pers Nomor 40 tahun 1999, tentang tindakan yang menghambat atau menghalang-halangi tugas jurnalistik.

Sementara Kapolsek Tinanggea Iptu La Ajima yang dikonfirmasi seputar kejadian tersebut mengatakan pihaknya sudah menerima laporan tersebut dan akan ditindak lanjuti.

Baca Juga:  2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

“Iya kami telah menerima laporan korban penganiayaan dan kami akan proses sesuai hukum yang berlaku ” jelasnya.

Sekertaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI Sultra, Agus Salim Patunru, yang diminta tanggapannya sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut.

Menurutnya, kerja jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Pers. Dimana dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 Pasal 4 ayat (3) disebutkan bahwa: Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

“Saya berharap kepada pihak Kepolisian Polda Sultra agar memproses pelaku, dan menerapkan pasal dan undang- undang yang sesuai dengan tuntutan korban “Pungkasnya.

Baca Juga:  Jajaran Polres Sinjai Amankan Pelaku Penganiayaan Atlet Dayung

Sekcam inisial N yang dikonfirmasi seputar pemukulan tersebut membenarkan. Hanya saja pihaknya kebratan disebut membeck up kegiatan tambang tersebut. Menurut, lahan tambang justru memerupakan tanah miliknya.

“Saya bukan membeck up, tapi lahan yang dikelolah perusahan tambang itu tanah saya, bersertipikat. Jadi salah kalau saya dituding membeck up. Ini tidak ada sangkut pautnya dengan jabatan saya, tapi ini pribadi saya sebagai pemilik lahan” Paparnya.

Soal pemukulan tersebut diakunya dirinya hilap karena dituding membeck up kegiatan tambang.

“Banyak tambang lainnya kenapa hanya yang dilokasi saya saja yang dipermasalahkan. Ini yang membuat saya silap dan melakukan pemukulan” pungkasnya. (Suf)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *