Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Mengenale Lebih Dekat Sosok Kepala UPT SMA Negeri 6 Soppeng

  • Bagikan

SOPPENG, nuansainfonews.com – Menempatkan jabatan sebagai “amanah” harus dijalankan dengan baik, pijakan A. Musafir, S.Pd, Kepala UPT SMA Negeri 6 Soppeng Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Kedisiplinan melekat dalam dirinya dalam menjalankan tugas. Ada keteladanan menjadi motivasi tersendiri bagi rekan tenaga pengajar dan seluruh warga sekolah.

Ia (A. Musafir red) dikenal, sebagai sosok kepala sekolah kreatif, inovatif serta ramah namun tegas hingga mempu membawa perubahan besar, mengantar siswa-siswi lebih kreatif. Nampak terlihat jelas gebrakannya menata UPT SMA Negeri 6 Soppeng memiliki “aura” di mata masyarakat luas.

Baca Juga:  Miliyaran Dana Pusat Menyapa Satuan Pendidikan Bumi Panrita Kitta

Runtut dari berbagai gebrakan, saat pandimi covid 19 mengganas pihaknya tetap eksis memenuhi hak siswa mendapatkan pelajaran. Semuanya dikemas lewat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Daring dan Luring saat itu hadir sebagai solusi.

“Alhamdulillah saat ini kita sudah terapkan pembelajaran tatap muka terbatas. Tetap mematuhi protokoler kesehatan” Ungkap Andi Musafir, saat menerima media ini disela kesibukannya, Rabu 22 Desember 2021.

Baca Juga:  Memukau Dinas Pendidikan Bumi Panrita Kitta

Terpantau, saat itu sekolahnya menggelar kegiatan pengembangan minat dan bakat siswa melalui kegiatan porseni. Keceriaan nampak terlihat jelas di wajah warga sekolah menyambut berbagai lomba antar kelas yang disenggarakan.

“Saat ini kita laksanakan kegiatan porseni dalam pengembangan bakat dan minat siswa. Ada dua jenis kegiatan yaitu olahraga dan seni” Jelas Musafir. Sambil ditambahkan sekolahnya saat ini membina sekitar 408 siswa dengan jumlah tenaga pengajar sekitar 48 orang.

Baca Juga:  Elok SD Negeri 48 Lappae Kecamatan Tellulimpoe

Menelisik lebih jauh, demi menunaikan kewajiban, A. Musafir setiap harinya menempuh perjalanan sekitat 80 Km. Ada harapan ke depan zonasi mulai diterapkan pihak Pemrov Sulsel bagi para kepala sekolah dan tenaga pengajar. Bahkan sejumlah pihak berharap Sulawesi Selatan menjadi percontohan penerapan zonasi, kuncinya. (Ysf)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *