Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Buntut Aroma Pungli Dibalik Retribusi Wisata Tahura Sinjai, DPRD Siap Panggil Dinas Terkait

  • Bagikan

SINJAI, nuansainfonews.com – Mencuat kepermukaan aroma pungli dibalik retribusi tempat Wisasa Taman Hutan Rakyat (Tahura) Abd. Latif, di Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulsel. Kini menyita perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sinjai, Selasa 3 Mei 2022.

Hal ini diungkapkan A. Jusman salah satu anggota DPRD Kabupaten Sinjai lewat kolom komentar di salah satu grup Facebook.

Menurutnya pihaknya akan memanggil dinas terkait atas dugaan adanya oknum petugas retribusi main culas disana.

Disisi lain kejadian seperti ini menurut, Maffud, MD, Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI, praktik seperti ini sudah merupakan cabang dari “mafia” dan disebut sebagai retribusi industri.

“Terima kasih infonya, nanti saya panggil dinas terkait” Ungkap Andi Jusman.

Dikutip dari video yang diposting oleh akun Facebook Thato Van Java di salah satu grup, nampak aroma pungli dibalik biaya retribusi. Patut diungkap sampai tuntas, kenapa ? Karena kalau tidak diusut tuntas dapat mencoreng eksistensi “Bumi Panrita Kitta” sebutan lainnya Kab. Sinjai yang sudah tertata dengan baik selama ini.

Baca Juga:  Lomba Bhabinkamtibmas, Kapolres Sinjai Minta Peserta Menampilkan Yang Terbaik

“Ini harus diusut tuntas, agar tidak terjadi lagi hal demikian di tempat wisata di daerah kita ini” Ujar salah seorang sumber dari kalangan tokoh masyarakat Sinjai Borong sembari meminta tidak dipublikasikan jati dirinya.

Hal senada diungkapkan oleh Thato Van Java, pihaknya justru berharap agar dugaan adanya pungli dibalik retribusi terhadap penggunanya segera diusut tuntas. Kalau tidak maka dikhawatirkan masyarakat akan bertindak.

“Sebelum masyarakat yang bertindak. Ini di Tahura sudah sekian lama begini (Praktek pungli red). Sudah tidak bisa ditolerir” Bebernya.

Selain adanya dugaan pungli, pihaknya juga menyebutkan keluhan masyarakat yang berdomisili di ujung barat Tahura sangat dirugikan apa bila ada sanak keluarga yang berkunjung/ silaturahmi juga dikasi bayar.

Baca Juga:  Bekerjasama BKKBN Sulsel Pemkab Sinjai Lakukan Fasilitasi Pembinaan Kampung Keluarga Berkualitas

“Kok mereka dikasi bayar, stop pungli. Penempatan pos retribusi yang sangat super” Pungkasnya.

Selain itu, pihaknya mempertanyakan keterlibatan pihak Dinas Pariwisata dengan retribusi tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Sinjai, Dr. Yuhadi Samad yang dikonfirmasi wartawan sebagaimana dikutip dari media online “Suara Jelata” mengakui
sudah mendapat informasi tersebut, bahkan telah memerintahkan bawahannya untuk segera mengecek fakta yang ada di lapangan.

“Kami sudah perintahkan bidang terkait untuk mengecek langsung di lapangan. Dari awal kami sudah mewanti-wanti petugas lapangan untuk tidak bermain-main dengan tugas dan tanggung jawabnya dan kami tidak pernah memberikan ruang untuk itu,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi hal serupa ke depan, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan terhadap para petugas penarik retribusi di setiap objek wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai.

Baca Juga:  Red Gank Sinjai Meriahkan HUT RI

“Insya Allah hal ini memotivasi kami untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan kami juga akan meningkatkan pengawasan terhadap tenaga lapangan kami,” pintanya.

Yuhadi juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk melaporkan jika ada oknum petugas yang ingin bermain terhadap pungutan retribusi di setiap objek wisata kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai.

“Kami juga berharap kepada masyarakat apabila mendapat petugas penarikan retribusi di objek wisata yang mencoba-coba bermain agar menyampaikan atau melaporkan kepada kami. Pengunjung yang membayar diharapkan meminta potongan karcis tanda masuk,” harapnya.

Sesuai aturan yang ditetapkan, Disparbud Sinjai mematok tarif Rp 10.000 per orang untuk dewasa, dan Rp 5.000 untuk anak-anak di objek wisata Tahura Abd. Latif.
(Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *