Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Demo Siswa UPT SMAN 5 Sinjai Ditengarai Ada Provokasi

  • Bagikan

SINJAI, – Aksi demo siswa UP!T SMA Negeri 5 Sinjai, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, ditengarai ada yang provokasi, kenapa ? Dimana tuntutan siswa dalam aksi tersebut sudah dipenuhi oleh Aliyuddin Kepala UPT SMA Negeri 5 Sinjai pada hari pertama aksi digelar (Kamis 25 Agustus 2022). Namun demikian demo tetap berlanjut keesokan harinya (Jum’at 26 Agustus 2022).

“Disitu masalahnya, ada apa Kepsek Aliyuddin disuruh mundur sementara ke 5 orang siswa Andikpas itu di SMAN 5 Sinjai atas anjuran Kepala Cabang Dinas Wilayah V, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas P3AP2KB Sinjai, serta berdasarkan rapat kesepakatan pengurus OSIS dan guru BK. Anjuran perlunya ke 5 orang Andikpas itu sekolah (dititip belajar di SMAN 5) agar mereka tidak kehilangan hak belajar ” Beber Andi Nurzaman Rasak ketua LSM Sinjai Bersatu disalah satu grup WhatsApp, Sabtu 27 Agustus 2022.

Lanjut dikatakan, yang mempersoalkan sehingga terjadi aksi demo, lantaran protes dari keluarga dan teman korban yang tidak setuju ke 5 orang Andikpas itu bersekolah di UPT SMA Negeri 5 Sinjai.

Baca Juga:  Lawyer Ibukota RI Asal Bumi Panrita Kitta Bakal Ramaikan Pemilu 2024

“Artinya Kepsek UPT SMA Negeri 5 tidak melakukan kesalahan sehingga harus diminta mundur. Yang patut diusut siapa dalang dibalik aksi demo” Tegasnya, Nursaman.

Sebelumnya, Aliyuddin Kasek UPT SMA Negeri 5 Sinjai, yang ditemui waratawan di ruang kerjanya. Kamis (25/8/2022) menjelaskan, bahwa pada hari Rabu (24/8/2022) sekitar pukul 13.30 di ruangan saya selaku Kepala Sekolah telah membicarakan bersama dengan Ketua/pengurus Osis dan para Siswa yang mengatasnamakan teman dan keluarga korban yang didanpingi guru BK,”ucapnya.

Lanjutnya, pada saat itu Bapak Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V juga telah memberikan arahan dan menjawab pertanyaan Siswa melalui telepon seluler. Dari hasil pertemuan tersebut, Ketua/pengurus Osis dapat memahaminya.
Tetapi tidak demikian dengan para siswa teman dan kekuarga korban, karena mereka tidak dapat menerima bahwa narapidana (Napi) ini difasilitasi di SMAN 5 Sinjai dengan alasan dapat merusak citra sekolah,”ungkapnya.

Baca Juga:  Usut Tuntas Proyek Miliyaran Rupiah Kementerian PUPR Di Sinjai

Jadi adapun para andikpas ini berasal dari SMAN 1 yang dipindakan ke SMAN 5 Sinjai, atas arahan dan petunjuk Bapak Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V bersama dengan Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sinjai,”tuturnya.

“Mereka ini sebenarnya hanya dititip saja tapi belajarnya tidak di Sekolah ini (SMAN 5-red) dan secara pribadi sebagai tenaga pendidik kita tak ingin sejumlah andikpas tersebut kehilangan hak jam belajarnya meski saat ini mereka ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) di Kabupaten Maros,” ujarnya.

Namun setelah kami rapat yang dihadiri oleh para pejabat yakni, Dandim 1424 Sinjai, Letkol Inf Sumardi, Kasat Binmas Polres Sinjai, AKP Fatahuddin, Kapolsek Sinjai Utara, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V, Pengawas Satuan Pendidikan SMAN 5 Sinjai, Kepala Bidang PPA, Ketua Komite SMAN 5 Sinjai dan Ketua MKKS SMA Kabupaten Sinjai.

Berdasarkan petunjuk, arahan dan pertimbangan semua pihak, maka dalam peyelesaiannya diputuskan agar andikpas Siswa pindahan dari SMAN 1 tersebut, ke 5 orang terpidana ini dikembalikan ke sekolah asalnya, maka kami pihak sekolah telah mengembalikan kelima anak tersebut di sekolah sebelumnya yakni SMA Negeri 1 Sinjai, karena selain itu pula Dapodiknya juga masih terdaftar di SMAN 1.

Baca Juga:  UNSULBAR Sosalisasi Konservasi Penyu

“Jadi sekarang sudah kita kembalikan ke sekolah sebelumnya, secara administrasi mereka tidak lagi terdaftar sebagai siswa yang dititip di sekolah kami.

Selanjutnya akan ditindaklanjuti bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V dan Dinas DP3AP2KB Sinjai untuk difasilitasi di Sekolah formal atau informal lainnya,”ungkapnya.

Sementara itu di tempat terpisah salah seorang pemerhati pendidikan, mengatakan,”Sebagai pemerhati pendidikan tentu sangat menyayangkan dengan adanya aksi mogok belajar yang dilakukan oleh puluhan Siswa-siswi SMAN 5 Sinjai, dengan turun melakukan aksi demo, padahal Siswa ini seharusnya mereka belajar dan mendapatkan pendidikan dari gurunya, bukannya turun demo,”ujar Ikbal warga Sulsel. (Pz/Ys)Demo

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *