Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Mencuat Inisial “R” Disebut-Sebut Provokasi Demo Di SMA Negeri 5 Sinjai

  • Bagikan

SINJAI, nuansainfonews.com – Aksi unjuk rasa dan mogok belajar siswa di SMA Negeri 5 Sinjai pekan lalu kini menyisahkan “segunduk” pertanyaan. Diantaranya adalah siapa “dalang” dari demonstrasi tersebut. Harus diusut tuntas kerena sangat mencederai dunia pendidikan.

Apalagi hal tersebut (demonstrasi red) terjadi ditengah “geliat” pemerintah menggelorakan pendidikan berkarakter. Jelas peristiwa itu menjadi catatan “Buram” harus diusut tuntas biangnya, sebut sumber media ini, Ahad 4 September 2022.

Lanjut dikatakan adanya dugaan provokasi dari oknum inisial “R” mulai mencuat. Hal ini berdasarkan penelusuran yang dilakukan beberapa hari ini.

Baca Juga:  Pj. Bupati Sinjai T.R Fahsul Falah Akankah Dielus Atau Dicibir Rakyat

“Ada oknum berinisial “R” memprovokasi siswa” Sebutnya sambil memperlihatkan bukti chat WhatsApp inisial “R” kepada media ini. Dan meminta tidak dipublikasikan jati dirinya.

Pihaknya mensinyalir, kalau ada oknum dibalik ajakan “R” pada siswa atas demonstrasi di SMA Negeri 5 Sinjai. Dan saat ini sementara mengumpulkan bukti-bukti lainnya agar bisa untuk diproses secara hukum.

Baca Juga:  Pemkab Sinjai Terima Penghargaan Dari KASN

“Saya sementara mengumpulkan bukti-bukti keterlibatan oknum dibalik demo di SMA Negeri 5 Sinjai. Dan secepatnya akan dilaporkan secara resmi ke APH” Tegasnya.

Lebih jauh dikatakan, demonstrasi tersebut bertentangan UU No. 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak. Khususnya Pasal 1 ayat 15 “Perlindungan khusus adalah perlindungan yang diberikan kepada anak dalam situasi darurat (anak yang berhadapan dengan hukum red). Dan Pasal 9 ayat 1 “Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya”.

Baca Juga:  Harga BBM Meroket Disambut Ratapan Rakyat

Sebelumnya, Muhammad Rifai Latif, SE, M.MC.HTc, C.CL, praktisi LSM, sangat menyesalkan jika ada oknum yang menghasut siswa melakukan demonstrasi. Apalagi kalau yang menghasut terindikasi adalah guru, hal itu dinilainya sangat melanggar etika sebagai pendidik juga melanggar ajaran Islam.

“Saya sangat menyesalkan kalau ada guru yang jadi dalang demonstrasi” Ungkap Mahasiswa program Doktor UIN Alauddin Makassar ini. (Yusuf)

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *