Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Jeritan Pilu Pengguna Jalan Andoolo – Kendari, Pemrov Sultra Cuek

  • Bagikan

SULTRA, nuansainfonews.com – Ada jeritan pilu menyayat hati pengguna jalan Andoolo – Kendari, tepatnya di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, sayup-sayup terdengar menggetarkan gendang telinga.

Sejumlah sumber yang berhasil disadap media ini mengatakan, jalan provinsi tersebut acap kali memakan korban (pengendara motor terpelanting red) saat melintas. Akibat kondisi jalan yang licin dan sudah hancur disejumlah titik. Fenomena ini diakuinya sudah berlangsung cukup lama dan ironisnya lagi pihak Pemrov Sultra dalam hal ini dinas PU Provinsi Sulawesi Tenggara terkesan cuek.

“Kita sudah melakukan berbagai upaya agar jalan kami ini diperbaiki. Bahkan sudah melakukan beberapa kali demo untuk menyuarakan kepedihan pengguna jalan, namun sampai saat ini belum ada realisasi dari pemerintah. Hanya janji kosong” Sebut salah seorang pemuda kepada media ini dengan raut wajah sedih, 7 September 2022.

Baca Juga:  Progres Pembangunan Pasar Udo Sinjai Dijempol Warga

Lanjut disebutkan, jalan tersebut pernah ditutup oleh warga sebagai bentuk protes kepada pihak Pemrov Sultra. Agar ada perbaikan namun hasilnya tetap nol, malahan kondisi jalan tersebut semakin parah mirip kubangan kerbau.

“Kemarin itu dari anggota DPR provinsi ada menjanjikan kepada kami dengan menjanjikan bahwa mereka akan mengupayakan. Dan memang betul hari ini ada jalan yang diperbaiki Ambaipua – Lamboeya hanya sepanjang 3 Km. Tetapi jalan poros Kendari – Andolo, itu belum pernah ada perbaikan” Tuturnya terenyuh.

Baca Juga:  Mencuat Sang Pengeran Terlibat Kasus Penganiayaan

Tidak berhenti sampai disitu, bentuk protes warga meminta keadilan Pemrov Sultra terus berlanjut. Dengan alat seadanya puluhan pemuda yang mengatasnamakan dirinya “Pemuda Puulipu” menyewa kendaraan untuk mengangkut sirtu di gunung memperbaiki jalan tersebut.

“Ini buntut kegerahan kami menunggu keadilan pihak Pemrov Sultra agar ada pemerataan pembangunan. Jangan pembangunan hanya dipusatkan di jantung kota. Ada beberapa mega proyek sedang berjalan yang tidak kalah pentingnya adalah yang dibutuhkan masyarakat khususnya Konawe Selatan. Kondisi ini dibiarkan berlarut tidak ada upaya perbaikan” Sebut Adrian Febriansa, disela kegiatan perbaikan jalan menggunakan alat seadanya.

Baca Juga:  Plafon RSUD Sinjai Runtuh, Ada Krusial Harus Diusut Tuntas

Lanjut dikatakan, jalan tersebut selama ini hanya dijadikan lahan empuk kampanye Pilkada dan Pileg. Menebar janji tidak “urgen” bagi oknum menuju singgasana.

“Pemerintah hari ini hanya menunggu waktu pemilihan saja. Dan masuk lagi kampanye memberikan janji luar biasa manis, tapi saat mereka terpilih malah pura-pura lupa janjinya” Ketusnya dengan raut muka kecewa.

Sementara, pihak Pemrov Sultra dalam hal ini  PU Provinsi Sultra terkait fenomena jalan tersebut masih berusaha untuk dikonfirmasi. (Muhammad Yusuf Buraerah, SH)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *