Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Menilik Seriusnya Polri Mereformasi Diri

  • Bagikan

Oleh : Jacob Ereste

Bagian : II (Dua)

 

Momentum bagi Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan reformasi ditubuh Polri boleh jadi hanya sekarang, karena waktu dan kesempatan yang tepat, mungkin tidak akan lagi terulang. Karena kesempatan yang baik dan tepat waktunya sangat jarang terjadi, meski dalam momentum yang berbeda.

Setidaknya, menjelang usia pensiun — sosok Listyo Sigit Prabowo yang terlahir di Ambon, 5 Mei 1969 ini — memasuki purna tugas hanya dalam waktu beberapa tahun lagi. Jabatan puncak yang diembannya di Kepolisian RI pun sejak dilantik Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2021, akan menghantar reputasinya yang patut dikenang. Toh, sebelumnya kerja besar sudah dilakukan mulai dari kasus suap terkait dengan Djoko Tjabdra yang melibatkan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bknaparte bersama Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Prasetyo Utomo.

Baca Juga:  Politik Balas Dendam Tantangan Dan Sandungan

Peluang dan kesempatan terbaik bagi Listyo Sigit Prabowo, senyuman sedang menjadi orang paling berkuasa di Kepolisian Republik Indonesia dapat mengukir sejarah besar dalam upaya melakukan reformasi — bersih-bersih habis — di tubuh Polri yang selalu ini terlanjur dilirik sinis oleh sebagian masyarakat karena ulah sejumlah oknum — yang kemudian makin diperparah oleh tragika “Drama Dari Duren Tiga” yang membuat shock dan kekecewaan masyarakat, sebab yang terjadi justru sejumlah masalah yang harus dilakukan Polri sebagai tugas dan kewajiban utamanya. Yaitu, membunuh, ikut menjadi pemain narkoba serta melindungi perjudian.

Peluang dan kesempatan Kepolisian RI melakukan reformasi diri tampak gegap gembira disambut segenap jajarannya yang ada pada level Kapolda, Kapolres bahkan Polsek dan Bhabinkamtibmas hingga tingkat kelurahan.

Baca Juga:  Martabat Untuk Semua Dalam Praktik

Bahkan dari hasil penilikan Atlantika Institut Nusantara — sejak peristiwa “Drama Dari Duren Tiga” itu, minimal beragam kegiatan yang positif bahkan kreatif sifatnya telah dilakukan instansi Polri di berbagai daerah dengan level dan kemampuannya masing-masing. Misalnya inisiatif untuk mengamankan
kemungkinan adanya gejokak dari kenaikan harga harga bahan pokok dan rencana mengurangi subsidi untuk BBM yang mulai meresahkan masyarakat di daerah-daerah. Koordinasi yang digagas dan dimotori Polres Bengkayang, Kalimantan Barat pada 31 Agustus 2022.

Atau seperti yang dilakukan juga oleh Polres Lampung Timur untuk menenangkan masyarakat agar tidak panik menunggu kepastian pemerintah tentang subsidi BBM.

Baca Juga:  Alokasi DIF Untuk Stunting Perlu Pengawalan APH

Pendapat mantan wartawan dan politikus senior Panda Nababan misalnya yang menganggap tidak lagi relevan untuk menanggapi soal “Drama Dari Duren Tiga” maupun rekonstruksi yang sudah dilakukan Polri. Karena yang urgen dan fundamental saat ini adalah melakukan perombakan habis-habisan di tubuh Polri. Bahkan Panda Nababan menyinggung slogan presisi Polri dibawah kepemimpinan Jendral Listyo Sigit Prabowo.

Atas dasar paparan seperti itulah, agaknya tak ada alasan bagi Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo yang telah mengukir prestasi bagus, layak menjadi tokoh tauladan serta sosok panutan bagi generasi berikutnya untuk mengelola Indonesia untuk memasuki masa depan yang lebih baik, lebih bersih dan lebih bagus dari yang telah dinikmati hari ini.

 

Banten, 2 September 2022

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *