Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Proyek Irigasi D.I. Maroanging Dipertanyakan

  • Bagikan

SINJAI, nuansainfonews.com – Ada menanyakan tidak tercantumnya volume pekerjaan di papan anggaran rehabilitasi jaringan irigasi permukaan pada pekerjaan rehabilitasi D.I.Maroanging, di Dusun Kessi, Desa Bonto, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulsel.

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Tiga Putra, anggaran DAK Fisik Penugasan tahun 2022. Oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sinjai, dengan jumlah anggaran Rp 828.639.000,-

“Tidak dicantumkan volume anggaran pada papan proyek padahal anggarannya ratusan juta. Ini adalah uang rakyat harus transparan supaya masyarakat bisa melakukan pengawasan. Bagaimana masyarakat melakukan pengawasan kalau tidak dicantumkan volumenya” Sebut sumber media ini terenyuh, sembari meminta tidak dipublikasikan jati dirinya.

Baca Juga:  Berlangsung Alot Silaturahim DPC AMJI RI Dengan Kajari Sinjai

Selain volume, dikatakan material hasil bongkaran digunakan kembali. Padahal menurutnya hasil bongkaran itu merupakan aset negara harus dikaji kelayakannya untuk dipasang kembali.

“Batu bongkarannya ada yang digunakan kembali. Kita sebagai masyarakat butuh penjelasan karena bongkaran ini merupakan aset” Tuturnya dengan nada bertanya.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) dinas PUPR Sinjai, Muh. Badri, ST yang mau dikonfirmasi, Jum’at 9 September 2022, sekitar pukul 14.30 Wita, seputar proyek tersebut lagi tidak di tempat. Menurut salah satu staf di kantornya kalau lagi keluar.

“Tidak adai pak, lagi keluar. Kita ini jaga kantor” Ungkapnya, yang saat itu memang kantor PU PR Bidang SDA memang nampak sepi.

Baca Juga:  Warga Patohoni Sinjai Nikmati Jalan Usaha Tani

Sebelumnya, Lukman pelaksana CV. Tiga Putra yang dikonfirmasi seputar proyek tersebut membenarkan volume pekerjaan tidak dicantumkan pada papan proyek. Namun demikian diakuinya semuanya lengkap di RAB.

“Ada semua di RAB itu volumenya pak, yang dicantumkan pada papan proyek itu jumlah anggaran. Kami bekerja sesuai RAB” Sebutnya.

Dikatakan, pengguanaan material hasil bongkaran diakuinya ada dalam RAB dan itu tidak termasuk pelanggaran.

“Batu bongkaran bisa digunakan itu ada dalam RABnya” Tegasnya, sambil ditambahkan kalau pihaknya akan bekerja dengan baik berdasarkan RAB yang ada.

Sementara Muh. Ridwan, ST, Teknis pendamping proyek irigasi tersebut mengatakan, proyek ini adalah unitprice (kontrak unit satuan) memang tidak tercantum volume anggaran pada papan proyek, beda dengan proyek lump sum (kontrak tetap).

Baca Juga:  Ungkap Biang Lambatnya Realisasi Pembangunan Puskesmas Pulau Sembilan

“Kalau ada proyek yang dicantumkan volumenya pada papan anggaran itu proyek Lump Sum atau kontrak tetap. Kalau irigasi disana itu unitprice/kontrak unit satuan memang tidak dicantumkan volume pada papan proyek” Jelas Ridwan.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, penggunaan bekas bongkaran itu ada dalam RAB. Bahkan menurutnya bisa sampai 50 persen digunakan.

“Batas maksimal penggunaan bahan hasil bongkaran bisa sampai 50 persen. Itu tidak terbayarkan dan ada dalam RAB. Sangat ketat pengwasan dan para kontraktor benar-benar bekerja maksimal” Kuncinya. (Yusuf/Fajar)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *