Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Kacabdis Wil. V Ditengarai Dibalik Demo Siswa SMAN 5 Sinjai

  • Bagikan

SINJAI, nuansainfonews.com – Setelah inisial “R” disebut-sebut sebagai salah satu oknum provokator demo siswa di UPTD SMAN 5 Sinjai, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulsel. Kini mencuat Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Wilayah V, Syamsurijal, ditengarai ada dibalik demo tersebut, benarka?.

“Kacabdis tidak boleh lepas tangan atas demo di UPT SMAN 5 Sinjai” Sebut sumber media ini, meminta tidak ditulis jati dirinya, (11/9/2022).

Dikatakan, ada serangkaian proses terjadi sebelum terjadinya demo siswa di SMA Negeri 5 Sinjai. Dimana Aliyuddin menerima 5 siswa Andikpas karena mengamankan kebijakan atasan (Kacabdis red).

Anehnya lagi tambahnya, justru Kacabdis melakukan pertemuan tertutup dengan guru-guru yang difasilitasi oleh pengawas Satdik SMA Negeri 5 Sinjai, Madalle Agil, yang ditengarai merancang supaya sekolah dinyatakan chaoss dengan melanjutkan demo keesokan harinya meskipun tuntutan/permintaan siswa sudah diterima.

“Jangan-jangan Kacabdis otak dari demo ini” Sebut sumber singkat.

Dia katakan, terjadinya demo lanjutan karena Kacabdis tutup mata dan lari dari tanggung jawab. Sehingga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab menghasut siswa.

Baca Juga:  Longsor Di Sinjai, Pemrov Sulsel Jangan Berpangku Tangan

“Seharusnya Kacabdis mempertegas dihari pertama demo kalau tuntutan siswa dipenuhi. Dan menghimbau agar tidak ada lagi demo lanjutan karena Andikpas yang menjadi tuntutan siswa sudah disepakati untuk dikembalikan ke sekolah asal. Tapi kenyataannya tidak ada penyelesaian hari itu (hari pertama demo red) dari Kacabdis” Ungkap sumber terenyuh.

Sementara, Syamsurijal, Kacabdis Wil. V yang dikonfirmasi seputar persoalan tersebut, mengatakan tudingan terhadap dirinya sebagai otak demo siswa di SMA Negeri 5 Sinjai tidak berdasar.

“Kalau ada yang mengatakan saya otak demonstrasi di SMA 5 dasarnya apa, saya tidak kenal dengan siswanya begitu pula dengan guru-gurunya tidak banyak yang saya kenal, dan tidak pernah ada komunikasi sama sekali” Tuturnya.

Untuk anak didik yang ada di lapas Maros lanjutnya, hari itu memang lama dibicarakan bersama antara pihak SMA Negeri 1 Sinjai,Kabid PPA dan kepala UPTnya, tidak menemui titik temu. Akhirnya pihaknya mencoba hubungi kepala SMA Negeri 5 Sinjai dalam hal ini adalah Aliyuddin dan beliau hadir pada saat itu.

Baca Juga:  Ada Apa Dana Bagi Hasil Pemprov Sulsel?

“Saya mencoba menawarkan bagaimana kalau ke 5 anak itu dikumpul di SMA 5, dan Alhamdulillah direspon baik juga oleh kepala sekolahnya (Aliyuddin red) memang harapannya tidak ada anak yang tidak sekolah begitu juga arahan dari PPA Sinjai. Karena dari SMA 5 ada 1 orang, yang 4 orang dari SMA 1 Sinjai. Harapannya utuk memudahkan pelayanan terhadap kelima anak ini. Dan untuk lebih jelasnya bisa dikroscek ke Kabid PPA ibu A.Nini dan Pak A. Asfar kepala UPTD PPA Sinjai” Paparnya.

Lanjut Syamsurijal menjelaskan, kehadiran dirinya pada hari pertama aksi unjuk rasa siswa karena ditelpon oleh Alyuddin, Kasek SMAN 5 Sinjai. Hingga ia bersama dengan Kasi SMA meluncur ke Sinjai. Dimana saat itu sudah ada Dandim di lokasi, juga dari pihak polres Sinjai.

“Di demo itu, kita mendengarkan beberapa pembicara. Antara lain beberapa perwakilan peserta didik, guru, Pak Aliyuddin sendiri, Pak Dandim, Pak Kasat dari polres, Ketua komite, Kabid PPA Sinjai dan saya yang terakhir, juga dilanjutkan pertemuan dengan guru-guru. Untuk mencari solusi dgn kesimpulan kelima Andikpas akan dicarikan solusi disekolah lain, itu juga disampaikan ke Ibu Kadis PPA” Urainya.

Baca Juga:  AMJI RI Kabupaten Sinjai Kian Barkibar

Terkait adanya rapat tertutup yang lagi senter jadi perbincangan sejumlah kalangan, pihaknya menyebutkan kalau rapat tersebut juga dihadiri Aliyuddin Kepala SMA Negeri 5 Sinjai. “Kepala Sekolah juga hadir” Tegasnya.

“Karen hari kedua demo, saya tidak hadir karena sudah ada di Makassar, untuk melaporkan ke Dinas Pendidikan. Makanya langkah yang diambil untuk sementara memberikan tugas khusus kepada beliau (Aliyuddin red) di dinas, dalam kapasitas tetap sebagai Kasek SMA Negeri 5 Sinjai. Dan untuk pelaksanaan tugas Kasek ditunjuk pelaksana harian” Pungkasnya.

Sekedar diketahui, demo siswa SMA Negeri 5 Sinjai digelar dua hari berturut-turut masing-masing, Kamis 25 Agustus dan Jum’at 26 Agustus 2022. Agendanya menolak 5 Orang Andikpas LPKA Maros untuk difasilitasi dalam pembelajaran formal di UPT SMAN 5 Sinjai, kerena mereka merupakan terpidana kasus perkelahian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. (Yusuf Burerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *