Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Program Smart School Pemprov Sulsel Digoyang Isu

  • Bagikan

SULSEL, nuansainfonews.com – Setelah Prof. Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan non aktif ditetapkan sebagai tersangka kasus suap oleh KPK. Kini kembali Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan dibawa nahkoda Andi Sudirman Sulaeman, diterpa isu miring.

Runtut isu miring tersebut, berawal dari program smart school (Program pembelajaran jarak jauh online menggunakan media TV/ smart TV) Pemprov. Sulsel, dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi Sulaweai Selatan. Ditengarai ada kejanggalan “notabene” tidak sesuai perencanaan awal.

“Saya dengar – dengar dulu waktu sosialisasi smart TVnya 65 inchi, tapi setelah datang barangnya cuma 55 inchi” Ungkap Petta Tuju Daeng Mattayang nama sumber media ini disamarkan, Senin 19 September 2022.

Baca Juga:  Kemilau Polres Sinjai Dielus Rakyat

Lanjut Petta Tuju Daeng Mattayang mengatakan, pengadaan smart TV dari program smart school Dinas Pendidikan disinyalir ada permainan di inchi smart TV. Padahal lanjutnya, program tersebut menelan anggaran ratusan juta untuk sekolah SMA se-Sulawesi Selatan.

“Rata-rata sekolah dapat bantuan 3 buah TV bahkan ada yang sampai 8 buah. Anggarannya untuk SMA se-Sulawesi Selatan itu ratusan juta malah miliyaran. Sayang TVnya cuma 55 inchi yang sebelumnya dikabarkan lewat sosialisasi 65 inchi” Urainya.

Bahkan lanjutnya, pihaknya menyebutkan ada sekolah kurang efektif penggunaan smart TV tersebut. Sambil dicontohkan SMA Negeri 8 Sinjai (Eks. SMA Negeri 1 Borong).

“Itu SMA Negeri 8 Sinjai malahan dibuka dari tempatnya” Beber Petta Tuju.

Baca Juga:  Pembangunan Drainase Hombes SamaturuE Menuai Sorotan, APH Diminta Turun Ke Lokasi

Menelisik lebih jauh, program smart school kuat dugaan menguras dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) puluhan juta/ SMA. Untuk kelengkapan peralatan yang langsung didatangkan barangnya oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi lewat perusahaan yang notabene berkedudukan di Kabupaten Gowa.

“Itu kelengkapan kamera dan peralatan TV Smart School dibebankan ke sekolah melalui dana BOS sekitar 6 juta/TV. Alatnya didatangkan pihak Dinas Provinsi melalui tekhnisinya dan pihak sekolah cuma langsung bayar alat itu. Padahal kalau sekolah sendiri yang beli alatnya selisinya jauh sekali. Palingan hanya sekitar 4 juta/TV. Dan rancunya lagi kenapa pengadaan TVnya bukan TV yang memang dilengkapi dengan kamera. Itu kan selisinya hanya kisaran dua jutaan paling tinggi” Papar Petta Tuju Daeng Mattayang.

Baca Juga:  Sinergitas Kemensos Bersama Pemkab Sinjai Bakal Gelar Operasi Katarak
Smart TV Program Smart School Pemprov Sulsel di SMA Negeri 8 Sinjai

Sementara Yubob Salim kepala SMA Negeri 8 Sinjai yang dikonfirmasi media ini, membantah kalau smart TV bantuan Dinas Provinsi tidak difungsikan. Hanya saja karena ruangan tempat smart TV dipasang tidak memiliki pengaman, hingga pihaknya membuka dari tempatnya setiap sudah digunakan.

“Kita fungsikan, cuma karena tidak aman maka nanti kita pasang setelah mau digunakan” Tegasnya.

Sementara, Asqar, SE, MM, Kabid Pembinaan SMA Dinas Provinsi Sulawesi Selatan dikonfirmasi lewat telpon dan WhatsApp belum dibalas/diangkat. Begitu juga dengan Dr. Setiawan Aswad, M.Dev.Plg pesan WhatsApp dan telpon media ini belum diangkat meski berdering (Hp.nya aktif red).
(Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *