Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Smart School Digoyang Isu, Kadisdik Sulsel Sebut Sesuai DPA

  • Bagikan

SULSEL, nuansainfonews.com – Kini Dr. Setiawan Aswad, M. Dev. plg, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sulawesi Selatan angkat bicara terkait program smart school (program pembelajaran jarak jauh online menggunakan media TV/Smart TV). Ditengarai ada peraktik “culas” sebagaimana diberitakaan sebelumnya oleh media ini terbitan (19/09/22) dengan judul “Program Smart School Pemprov Sulsel Digoyang Isu”.

Menurut Setiawan Aswad, pengadaan smart TV sudah sesuai aturan berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Dimana smart TV menggunakan anggaran APBD 2022 direalisasikan pertengahan tahun ini.

“Pengadaan TVnya setahu saya tidak adaji dilanggar, karena perencanaannya sesuai DIPA, itu 55 inchi” Ungkapnya, Selasa 20 September 2022.

Baca Juga:  Gebrakan Polres Sinjai Menyapa Kaum Duafa

Lanjut dikatakan yang menangani pengadaan smart TV adalah Kabid Pembinaan SMA. “Hubungi Pak Asqar, Kabid SMA yang tangani kegiatan tersebut” Sebutnya mengarahkan media ini.

Sementara Asqar. SE, MM, dikonfirmasi seputar kegiatan tersebut secara gambalang menyebutkan, pengadaan smart TV sudah sesuai perencanaan 55 inchi bukan 65 inchi. Dan sekolah diharapkan mendukung program smart school melalui sharing anggaran dana BOS.

“Sesuai perencanaan kami TV Smart yang di adakan adalah 55 inchi, jadi bukan 65 inchi, dan sekolah diharapkan mendukung program smart school melalui sharing anggaran dari dana BOS dengan mengadakan kelengkapan peralatan pendukung” Bebernya.

Baca Juga:  Selamatkan Aset Miliyaran Pemkab Sinjai

Terkait dengan pengadaan peralatan pendukung lanjutnya, teknisinya di Sekolah diserahkan ke Sekolah masing-masing untuk adakan sendiri berdasarkan mekanisme yang ada.

“Kami persilahkan setiap sekolah untuk adakan sendiri sesuai mekanisme yang berlaku. Hal ini telah berulang-ulang kami sampaikan di setiap rapat baik luring maupun daring. Jadi tidak benar kami Dinas Pendidikan Sulsel mendatangkan kelengkapan peralatan utuk sekolah. Karena masing-masing sekolah sendiri yang adakan. Begitupun.dengan teknisi dipersilahkan masing-masing sekolah dan jika ada masalah/hambatan silahkan hubungi teknisi untuk konsultasi” Urainya.

Baca Juga:  Dana Program Beasiswa Pemkab Sinjai Dimana Rimbahnya

Sementara, Rani Teknisi smart TV yang disebut-sebut sebagai orang yang handel peralatan tambahan smart TV. Saat dikonfirmasi seputar persoalan ini langsung memblokir kontak media ini.

Berdasarkan sumber layak dipercaya, Ia (Rani red) justru langsung membawa daftar harga ke sekolah  terkesan memaksa sekolah untuk membeli barang peralatan tambahan smart TV tersebut. Nota benenya harganya tidak wajar (diatas harga pasaran red). Berkisar Rp 6 juta/ TV. Hingga ada sekolah harus menggunakan sekitar Rp 40 jutaan dana BOS hanya biaya peralatan tambahan. (Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *