Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Miliyaran Dana Aspirasi DPR RI Menyapa Rakyat Sinjai

  • Bagikan
Suasana Rumah Salah Seorang Warga Usai Dapat Program Bedah Rumah 2022

SINJAI, nuansainfonews.com – Patut diapresiasi Miliyaran dana Aspirasi DPR RI menyapa rakyat Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam hal ini adalah merupakan bentuk perhatian, H. Andi Iwan Darmawan Aras, SE, M.Si, anggota DPR RI dapil Sulsel, dari partai Gerindra.

Sapaannya bagaikan angin sepoi-sepoi menyentuh sejumlah lini, mendobrak “kusam” menjadikan rumah tidak layak huni menjadi elok. Melalui program bedah rumah. Jelas upayanya tersebut secara visual menjadi “minibus” mengangkat martabat warga.

“Tahun ini dana Aspirasi DPR RI, H. Iwan Darmawan Aras, untuk bedah rumah sekitar Rp 4,8 Miliyar. Ada sekitar 240 rumah warga yang menjadi sasaran tersebar di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Sinjai” Ungkap Mukrimin Yusuf, Kordinator Kabupaten (Korkab) dana Aspirasi DPR RI, Kabupaten Sinjai,(7/9/2022).

Runtut dari perjuangan Iwan Darmawan Aras, bukan hanya pada program bedah rumah. Melainkan turut menggempur sarana prasarana pertanian di “Bumi Panrita Kitta” gelar Kabupaten Sinjai. Melalui pembenahan saluran irigasi di sejumlah titik dan sudah berjalan selama 3 tahun. Untuk tahun ini tercatat sekitar 18 titik kegiatan irigasi tersebar di sejumlah desa dengan total anggaran sekitar Rp 3 Miliyar melalui BSW Pompengan.

Baca Juga:  Sinjai Turut Berpartisipasi Pada Kompetisi IGA

“Untuk dana Aspirasi tahun ini ada 18 titik dikerjakan oleh kelompok P3A di masing-masing desa yang menjadi sasaran. Untuk total anggaran sekitar Rp 3 Miliyar” Beber Mimin panggilan Akrab Mukrimin Yusuf.

Suasana Rumah Salah Seorang Warga Usai Dapat Program Bedah Rumah 2022

Menelisik lebih jauh, masih banyak gebrakan lainnya “memoles” infrastruktur jalan penghubung Desa Buah – Desa Sukamaju sementara tahap pengerjaan dengan anggaran sekitar Rp 500 juta dikerjakan oleh KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat). Yang mana pada tahap pelaksanaannya memberdayakan masyarakat setempat.

“Tahun ini ada jalan penghubung antar desa, ada MCK individu dan ada MCK pesantren” Jelasnya.

Meski demikian “riak” pada proses pelaksanaan anggaran Aspirasi tersebut tetap ada. Seperti halnya pada proses pelaksanaan bedah rumah muncul berbagai pertanyaaan. Mulai dugaan tidak tepat sasaran sampai pada tahap anggaran yang tidak dikelola oleh penerima bantuan bedah rumah yang kesemuanya harus ditanggapi secara bijak.

“Banyak warga protesnya ke Saya, menyampaikan banyak warga layak dapat tapi tidak diberikan bantuan beda rumah” Ungkap salah seorang kepala desa kepada media ini.

Selain bedah rumah, pelaksanaan pekerjaan saluran irigasi oleh P3A Dusun Patohoni, juga sempat menjadi sorotan terkait kualitas dan papan anggaran proyek tidak terpasang di lokasi. Bahkan dinilai dikerja sembrono.

Baca Juga:  Jempol Kades Alenangka Sinjai

Menyoal “riak” di balik pelaksanaan kegiatan ditanggapi positif oleh Mukrimin Yusuf. Hal ini dinilai sebagai “cambuk” melakukan yang terbaik kepada masyarakat. Dimana menurutnya perjuangan selama ini merupakan bentuk pengabdian kepada warga Sinjai.

Secara detail, pihaknya menjelaskan seputar pelaksanaan bedah rumah adalah anggarannya sekitar Rp 20 juta/ rumah. Disalurkan dari KPA (Kementerian) ke rekening masing-masing penerima bantuan melalui Bank BNI. Dimana sekitar Rp 17.500.000 untuk pengadaan bahan dan sekitar Rp 2.500.000, upah kerja.

“Untuk pengadaan barangnya itu langsung kontrak toko. Masyarakat tinggal terima bahan dari toko dan untuk upahnya itulah yang dikelola masyarakat bisa kerjakan sendiri, terserah dari penerima bantuan mau panggilkan tukang dan bisa kerja sendiri. Memang aturannya seperti itu” Tegasnya.

Lebih jauh dijelaskan, dana Aspirasi tersebut merupakan realisasi usulan masyarakat lewat reses yang dilakukan oleh H. Iwan Darmawan Aras Anggota DPR RI Partai Gerindra Dapil Sulsel, di Kabupaten Sinjai.

“Ini merupakan realisasi usulan reses. Tidak benar kalau ada mengatakan kita tidak libatkan (tidak kordinasi) kepala desa soal pengusulan bedah rumah. Apalagi kalau ada mengatakan tidak tepat sasaran karena kita ikuti format pengusulan. Hanya memang bedah rumah tahun ini (2022) itu kan usulan tahun lalu( 2021). Dimana saat pengusulan rata-rata desa di Sinjai dibawah nahkoda Pelaksana Tugas (Penjabat). Jadi koordinasi kami waktu pengusulan tentunya sama pihak yang menjabat kades saat itu. Jadi kalau ada teman-teman dari kepala desa mengatakan kita tidak koordinasi itu sangat kami maklumi karena mereka pelantikannya nanti tahun ini (2022). Belum menjabat saat pengusulan” Paparnya.

Baca Juga:  Merasa Dicemarkan Nama Baiknya, Kades Laikang Tempuh Jalur Hukum

Sementara terkait sorotan kualitas pekerjaan saluran irigasi di Dusun Patohoni dan tidak terpasangnya papan proyek kegiatan, diakuinya kalau itu menjadi masukan agar pekerjaan tersebut lebih berkualitas.

“Ini sementara masih berlangsung pekerjaan. Semua masukan baik dari teman-teman media dan lainnya akan kita jadikan sebagai evaluasi dalam menghadirkan pekerjaan yang berkualitas. Dan disana itu progresnya baru 60 persen” Tutup Mukrimin yang juga adalah ketua P3A saluran irigasi Dusun Patohoni, Desa Palae Kecamatan Sinjai Selatan. (Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *