Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Digitalisasi Pertamina Disambut Jeritan Rakyat

  • Bagikan

SINJAI, nuansainfonews.com – Setelah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) meroket membuat semua bahan pokok turut menanjak. Lagi dan lagi rakyat diperhadapkan situasi “buram” dengan program digitalisasi pertamina. Jelas ada jeritan membahana meminta kebijakan ini dievaluasi kembali sebelum rakyat semakin sengsara, lalu siapa bertanggung jawab atas fenomena ini?

“Ini terjadi hampir setiap hari, menunggu di SPBU gara-gara jaringan. Semua pekerjaan terhambat karena waktu tersita saat isi BBM di SPBU” Jelas sejumlah sumber saat media ini melakukan pemantauan di SPBU 7492603 Bikeru, Dusun Joalampe, Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulsel, Kamis 13 Oktober 2022.

Baca Juga:  Ada Riak Dibalik Ratusan Juta Dana BOS SMA Negeri 1 Sinjai

Terpantau, antrian panjang puluhan kendaraan dibawa trik sinar matahari menunggu jaringan kartu digitalisasi SPBU kembali bisa konek. Para konsumen sesekali mendesah panjang dengan keringat mulai bercucuran membasahi baju mereka. Ada yang meninggalkan kendaraannya di pelataran SPBU lalu ke teras bangunan duduk sambil ngobrol dengan pengendara lainnya sekedar membuang kegerahan. Kenapa tidak, mereka sudah menunggu mulai pukul 10.30 sampai pukul 12.18 belum ada tanda-tanda jaringan membaik.

“Ini sudah hampir 1 jam berhenti pengisian BBM karena jaringan tidak ada. Ini terjadi setiap hari di SPBU terbuang waktu kita” Tutur salah seorang pengendara sambil mengutuk keras digitalisasi tersebut dinilainya sangat menyengsarakan rakyat. Yang seharusnya pemerintah bergerak cepat menanggapi keluhan ini.

Baca Juga:  HJS Ke 460 Pemprov Sulsel Diminta Tuntaskan Proyek Mangkrak Di Sinjai

Di lokasi, Nurman, manajer SPBU 7492603 Bikeru dikonfirmasi seputar kejadian tersebut membenarkan, sudah lebih satu jam aktifitas pengisian BBM lumpuh total. Diakuinya jaringan sangat tidak mendukung kerap setiap hari diperhadapkan situasi yang sama (kendaraan menumpuk di SPBU red) karena jaringan. Meski demikian pihaknya mengakui sudah mengusulkan ke pihak penyedia jaringan dalam hal ini Telkom namun belum ada tindak lanjut.

“Jujur jaringan di daerah belum mendukung. Ini kita sudah sampaikan ke pihak Telkom agar ke depan jaringan bisa stabil” Jelasnya.

Baca Juga:  Aset Miliyaran Pemkab Sinjai Terlantar

Dikatakan, jatah jual SPBU yang dipimpinnya untuk pertalite sekitar 8000 sampai 1600 liter per hari, dan untuk solar sekitar 8000 liter perhari.

“batas maksimal pengisian BBM kendaraan sekitar 120 liter perhari” Pungkasnya.

Sekedar diketahui SPBU Bikeru merupakan milik H. Akmal, pengusaha asal “Bumi Panrita Lopi” Kabupaten Bulukumba. Ia adalah putra kelahiran Kecamatan Kajang, merupakan ponakan dari Palari yang “konon kabarnya” memiliki hubungan dengan putri duyung. (Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *