Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Bupati Dan Wakil Bupati Ibarat Dua Sisi Mata Uang

  • Bagikan

Oleh Muhammad Yusuf Buraerah, SH

Renungan – Sukses itu harus diperjuangkan demikian salah satu ungkapan klasik tidak lekang dimakan waktu. Menjadi motivasi tentang pentingnya suatu perjuangan dalam menggapai impian.

Perjuangan konteksnya pemerintahan adalah mensejahterakan rakyat lewat gebrakan demi gebrakan. Terkhusus Kabupaten/Kota, nahkodanya Bupati/Walikota dibantu oleh Wakil Bupati/Wakil Walikota. Keduanya menurut pandangan penulis antara Bupati dan Wakilnya begitu pula Walikota dan Wakilnya ibarat dua sisi mata uang tidak terpisahkan. Saling melengkapi satu sama lain demi kesejahteraan rakyat.

Jangan menciptakan perapatan – perapatan ditengah perjalanan kepemimpinan, melainkan harus berani menanggalkan ego masing-masing. Tetap istiqomah memperjuangkan komitmen awal saat pencalonan. Tetap seirama bergandengan tangan mencapai pantai harapan adalah mensejahterakan rakyat membuat daerah yang dipimpinnya memiliki “aura” dimata dunia.

Baca Juga:  Awasi Pemilu 2024 "Money Politik Merupakan Pelanggaran Hukum Dan Hak Asasi Manusia"

Kata pengabdian sebagai penggerak awal harus terpelihara dengan baik didalam dada, kenapa ? Karena itu merupakan Rahmat Ilahi yang menguatkan serta mengantar dalam menggapai singgasana kursi empuk yang diduduki saat ini (Bupati-Wakil Bupati/Walikota-Wakil Walikota).

Sungguh ironis jikalau suatu pemerintahan ditemukan kata seteru “bagi-bagi kue” sebagai pemicu retaknya hubungan antara keduanya (Bupati-Wakil Bupati/Walikota-Wakil Walikota) tentunya hal itu harus dibrangus sampai akar-akarnya. Agar kepemimpinannya tidak menjadi bahan tertawaan rakyat.

Baca Juga:  Jadi Narsum, Kanit Tipikor Polres Sinjai Paparkan Ini

Keberhasilan/prestasi suatu daerah adalah keberhasilan bersama akibat adanya satu kesatuan tanpa ada skak antara keduanya. Begitu pula sebaliknya, kegagalan suatu daerah adalah kegagalan bersama. (Hasil renungan penulis berdasarkan pengamatan lapangan).

Jika suasana demikian terjadi dalam suatu daerah Kabupaten/Kota, sudah selayaknya menjadi tanggung jawab bersama berjuang mengingatkan pentingnya harmonisasi dalam kepemimpinan. Media (jurnalis) sebagai penjaga gawang moral bangsa harus menjadi penawar, tidak turut memainkan skenario menambah kekeruhan suasana. Independensi harus dimaknai secara utuh adalah tidak memihak kepada siapapun tapi menjalankan perannya sesuai dengan etika – etika jurnalis. Harus mampu memandang kalau Bupati-Wakil Bupati/Walikota-Wakil Walikota ibarat jasad dengan ruh.

Baca Juga:  Kapolres Sinjai: Para Penanggung Jawab Fungsi Berikan Arahan Khusus Anggotanya

Bergandengan tangan menggapai pantai harapan “mensejahterakan rakyat” cukup elok. Bukankah Bupati-Wakil Bupati/Walikota-Wakil Walikota ibarat dua sisi mata uang saling melengkapi. Masing-masing menjalankan tugasnya sesuai fungsinya. Korelasinya kembali ke moral masing-masing.

Makassar, 20 Oktober 2022

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *