Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

DIF menyapa Rakyat Bumi Panrita Kitta

  • Bagikan

TR. Fahsul Falah, Pj. Bupati Sinjai

nuansainfonews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai merupakan salah satu kabupaten kota yang dinilai oleh Pemerintah Pusat memiliki pelayanan publik sangat baik, bermuara pada prestasi gemilang meliputi Bidang Pendidikan dan Kesehatan serta dinilai berhasil dalam penanganan stunting. Sabtu 18 Nov 2023.

Tak heran, jika di era kepemimpinan Tr. Fahsul Falah, Plt. Bupati Sinjai, Dana Insentif Fiskal (DIF) bersumber dari anggaran Pemerintah pusat. Meneyapa rakyat ” Bumi Panrita Kitta” sebutan lainnya Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan.

Menarik ulur, Pada Awal November, ramai dibicarakan oleh berbagai kalangan, terkait DIF. Pemkab Sinjai bakal menerima anggaran dari pusat untuk penanganan stunting. Kesemuanya itu terealisasi Dua Pekan kemudian, (17 Nov 2023) melalui Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPEDDA) mengumumkan ke khalayak ramai (Publik-red) daerah ini mendapatkan dana tersebut.

“Insya Allah rencana anggaran DIF ini akan ditransfer ke daerah sekitar akhir November atau awal Desember 2023. DIF ini merupakan reward kepada Pemkab Sinjai atas kinerja penurunan stunting”, tutur Kepala BAPEDDA Sinjai, Haerani Dahlan, kepada Wartawan (17/11).

Baca Juga:  Produksi Ballo Di Sinjai Tengah Melimpah Ruah, Pemkab Sinjai Jangan Tinggal Diam

Dana Insentif Fiskal, sambung Haerani, hanya diberikan kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota yang memiliki kinerja atas penurunan stunting seperti Pemkab Sinjai.

Dibeberkan, Pemkab Sinjai  menerima DIF berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) 350/2023, Rp. 6.454.041.000, ini terungkap saat Penjabat Bupati Sinjai, Tr. Fahsul Falah menerima keputusan pemberian DIF pada kegiatan Rakornas Percepatan Penurunan Stunting, yang bertempat di Istana Wapres, 6 Oktober 2023. Sehari setelah Rakortek Stunting bertempat di Hotel Grand Mercure Kemayoran Jakarta Pusat, juga dihadiri 100 orang Pejabat Publik dari 288 Kabupaten/Kota dan 14 Provinsi.

Diketahui pula, dari besaran nilai anggaran tersebut telah dituangkan dalam APBD-P tahun 2023 dengan program kegiatan yang dipusatkan pada sejumlah OPD dalam penanganan Stungting.

Nantinya, lanjut, Haerani, masing-masing OPD ditekankan menyukseskan pelaksanaan Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif dengan nomenklatur kegiatan dan sub kegiatan sesuai PMK 67 dan 97 tahun 2023.

Masih menurut Haerani, bahwa melalui aplikasi ALADIN DJPK Kemenkeu, Minggu lalu masih proses asistensi program, kegiatan sub kegiatan yang diusulkan OPD terkait.
Dimana Pada pengusulan program kegiatan pada bulan Oktober, yang pertama diajukan ke Kemenkeu terdapat kegiatan yang harus diperbaiki kembali sesuai PMK. “Bahkan sampai rincian belanja pun itu diasistensi melalui admin ALADIN”, Jelasnya.

Baca Juga:  Usut Tuntas Proyek Miliyaran Rupiah Kementerian PUPR Di Sinjai

Di tempat terpisah, Penjabat Bupati Sinjai, Tr. Fahsul Falah disebu-sebut aktif mengingatkan OPD agar melakukan kolaborasi dalam menyukseskan program intervensi Stunting.

Ia juga berharap dengan adanya DIF Stunting, kedepanya masalah Stungting di Sinjai dapat diatasi dengan baik, demikian diakui lima Kepala OPD Pemkab Sinjai yang dijumpai wartawan di ruangan kerjanya seperti Dinkes, DPMD, TPHP, Dinsos, dan Ketahanan Pangan. Belum lama ini.

Penanganan Stungting merupakan program Nasional dan masuk pada Program Skala Proritas Pemkab Sinjai. Lantas, berdasarkan data Dinas Kesehatan pada Agustus 2023 angka stunting mencapai 8,7 % di Sinjai. Sedangkan target prevelensi stunting pada angka 14%, hal ini ditegaskan Wakil Presiden RI, K.H. Maruf Amin saat memimpin kegiatan Rakornas Penanganan Stungting di Jakarta.

Baca Juga:  Ditengarai Carut Marut Dana Stunting Layak Diusut Tuntas

Dari angka stunting Sinjai 8,7%, artinya Sinjai menduduki posisi melampaui target pencapaian penurunan Stunting pada angka 14%. Demikian sehingga tak heran jika kucuran DIF membidik Pemkab Sinjai.

Tak kalah penting diketahui, mengenai Penanganan stunting yang disebut sensitif dan Spesifikasi. Dimana, kata Kadinkes, dr. Emmy, bahwa Intervensi Stunting 30% ditindaklanjuti oleh Dinkes atau disebut penanganan Intervensi Sensitif, dan penanganan Stunting 70% ditindaklanjuti OPD terkait (di luar Dinkes-red) disebut Intervensi Spesifik.

“Pada intinya semua OPD melakukan penanganan Stunting”,tutur dr.Emmy saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Pada awal November.

Terpisah, Kepala Dinas pemberdayaan masyarakat dan Desa, Yuhadi Samat, mengatakan terkait intervensi Stungting pihaknya berkolaborasi dengan OPD dan T-PKK Kab. Sinjai. pihaknya juga menargetkan Stunting di Sinjai dapat ditekan pada Status Zero.

“kegiatan dilaksanakan Tim-PKK kabupaten Sinjai, pada November sampai Desember, kita target Stunting pada awal 2024 Sinjai berstatus Zero” Imbuh mantan Kadis Pariwisata.

Sekedar kabar di bidang Pendidikan Kemarin malam Kadisdik Sinjai, Irwan Syuaib bersama Pj.Bupati Sinjai, Tr.Fahsul Falah menyita perhatian Publik.
Dimana Implementasi Program Daerah Jawara Belajar.id, Sinjai keluar sebagai Juara dua mewakili Sulawesi Selatan di kanca Nasional. (NUANSAINFONEWS.COM/SF)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *