Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Pesan Tertulis Di Dinding Kusam Ruang Kerjaku

  • Bagikan

Renungan, nuansainfonews.com – Pengkhianatan dalam kebersamaan untuk suatu tujuan perjuangan adalah konsekuensi logis dari sebuah harapan yang membias, akibat pergesekan yang tidak efektif untuk saling memperteguh keyakinan terhadap komitmen yang dipatrikan oleh setiap pihak yang juga harus menanggung konsekuensi apapun yang menjadi akibat dari pengkhianatan tersebut.

Tak pula ada yang perlu disesali, kecuali terus membenahi sikap sendiri untuk lebih tegar dan gigih berjuang sesuai dengan komitmen yang telah disepakati bersama, meski komitmen itu sendiri hanya sebatas konvensi yang tidak pula tertulis dalam narasi yang jelas dan tegas. Sebab komitmen itu hanya ada dalam keluhuran budi yang harus tersemai di taman hati yang bersih dan indah seperti ciptaan Tuhan yang tak ada satupun duplikasinya.

Baca Juga:  Awasi Pemilu 2024 "Money Politik Merupakan Pelanggaran Hukum Dan Hak Asasi Manusia"

Petuah sang guru yang bijak ini, sudah tertulis rapi di dinding ruangan kerja, untuk selalu dieja guna menjadi pengingat, supaya tak tersayat oleh hipokrisi sekalipun yang mengiris Sukma jadi terluka. Penyebab badai di dalam mesti diarungi dengan segenap keyakinan, meski acap ragu dan juga bimbang dalam menimbang setiap kesetaraan yang selalu timpang.

Padahal dalam ketidaksamaan itu sesungguhnya keunggulan dapat dipautkan secara harmoni, pada satu warna lukisan semesta yang ingin dimiliki oleh semua orang. Begitulah hakekatnya simfoni yang tak mungkin abai pada warna dan suara penghias guna menggenapi Subah repertoar yang menakjubkan.

Baca Juga:  Peduli Dunia Pendidikan, Kapolsek Pulau Sembilan Patut Mendapat Reward

Karena itu biarlah suara sumbang itu berlalu. Sebab kepergiannya merupakan bagian dari sunnatullah yang sudah tersurat di jagat raya yang hanya mungkin dapat kita baca dengan mata hati dan mata jiwa. Maka itu, dapat kita lihat roh-nya akan bergentayangan di semua tempat, saat hatinya meredup, mencari cahaya terang dalam kegelapan.

Baca Juga:  Ja'far Hasibuan Tokoh Inspiratif Generasi Muda

Pengkhianatan itu adalah pilihan terpaksa yang kelak bermuara pada sesal yang tak terampunkan oleh dirinya sendiri, sekalipun tobat nasuha sudah diulang berkali-kali dilakukan. Begitu juga bagi mereka yang culas, memotong dalam lipatan, bukan sekedar tak pandai mengukur baju di badan, tapi keserakahan memang tidak terbatas.

Pesan kusam yang tertulis di dinding ruang kerja ini baru ku eja kembali setelah sekian tahun lamanya terlupa. Seperti kamu yang lalai kusapa kabar beritanya

oleh : Jacob Ereste

(Mauk, 19 November 2023)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *