Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Alokasi DIF Untuk Stunting Perlu Pengawalan APH

  • Bagikan

Muhammad Yusuf Buraerah, SH

OPINI, nuansainfonews.com – Seiring dengan berakhirnya masa jabatan Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa dan Wakil Bupati Sinjai, Hj. Andi Kartini Ottong pada 26 September 2023 kemarin, sejumlah permasalahan pun mulai bermunculan dan dimunculkan sampai yang dikemas dalam bentuk PR untuk Penjabat (Pj) Bupati, TR Fahsul Falah yang mendapat amanah penugasan dari sekian nama yang diusulkan oleh DPRD Sinjai.

Dengan berbagai permasalahan yang terus diurai hingga saat ini, seakan-akan telah memberangus seluruh capaian prestasi yang pernah ditorehkan oleh duet kepemimpinan Andi Seto Gadhista Asapa dan Hj. Andi Kartini Ottong, termasuk keberhasilannya menurunkan angka stunting selama ini.

Baca Juga:  Keren, Belum Cukup 2 Bulan Bertugas Sebagai Pj Bupati Sinjai, TR Fahsul Falah Panen Penghargaan

Namun baru-baru ini tepatnya pada 6 Oktober 2023, keberhasilan Andi Seto Gadhista Asapa dan Hj. Andi Kartini Ottong menurunkan angka stunting di Kabupaten Sinjai diganjar dengan apresiasi Pemerintah Pusat dalam bentuk pemberian Dana Insentif Fiskal (DIF) kepada pemerintah daerah Kabupaten Sinjai yang diserahkan oleh Wakil Presiden RI.

Apresiasi DIF ini yang diterima oleh Penjabat Bupati Sinjai, TR Fahsul Falah, menjadi salah satu bukti jika pemimpin daerah sebelumnya tidak hanya mewariskan permasalahan, tetapi juga keberhasilan yang pantas untuk dipertahankan dan ditingkatkan.
Kita tentu berharap semoga dana tersebut dapat lebih memacu kinerja pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting pada tahun 2024 yang oleh Presiden RI mentargetkan hingga 14 persen.

Baca Juga:  Tembang Lawas Delapan Program Prioritas Penjabat Kepala Daerah

Keberhasilan pemerintah daerah sebelumnya dalam menurunkan angka stunting, patut untuk tetap dijadikan acuan bagi kepala daerah saat ini dengan tetap memberi ruang untuk menerapkan langkah-langkah inovasi yang mungkin bisa lebih efektif dalam upaya peningkatan kinerja.

Apalagi dengan adanya dana insentif fiskal sangat memberi peluang bagi kepala daerah saat ini untuk lebih mengoptimalkan program dan kinerja tim percepatan penurunan stunting, sehingga diharapkan pula alokasi dan penggunaan anggaran dapat tepat program, tepat sasaran, dan tepat manfaat.

Ini menjadi penting untuk dikawal bersama mengingat sejumlah desas-desus kasus tentang sinyaleman penggunaan DIF untuk percepatan penurunan stunting untuk pengadaan yang tumpang tindih, program-program fisik bangunan, maintanance radio dan televisi dan spaduk sampai dengan proyek budi daya ikan lele dalam drum yang tidak jelas keterkaitannya baik dengan penyebab maupun dengan upaya penurunan stunting.

Baca Juga:  Martabat Untuk Semua Dalam Praktik

Kita bisa saja bertanya apakah penderita stunting turut disebabkan kerusakan/keterbatasan jangkauan radio, atau kekurangan spanduk atau mungkin karena bayi-bayi itu kekurangan ikan lele, sehingga untuk mengatasinya perlu maintanance radio/tv dan pencetakan spanduk serta budidaya ikan lele.

Mungkin tidak ada salahnya jika program ini turut diperiksa oleh Inspektorat seperti dana bantuan sosial yang tiba-tiba mendapat arahan untuk diperiksa.
(Sinjai, 25 November 2023/Nuansainfonews.com)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *