Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Pinjaman Dana PEN Ditengarai Pemicu Kocar Kacernya Keuangan Pemkab Sinjai ?

  • Bagikan

Ket : Foto Ilustrasi

SINJAI, nuansainfonews.com – Bukan hanya EL Nino menerpa “Bumi Panrita Kitta” sebutan lainnya Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. Keuangan juga dikabarkan “kocar Kacer” berdampak munculnya segunduk problem. Pencairan anggaran “melek” mulai dari, Insentif keagamaan, ADD, Gaji Honorer, Utang Sewa Peralatan (Tenda) Pameran Pembangunan Pemkab terhadap CV Reski Darma, Utang Makan Minum Rujab Bupati dan Wakil Bupati, Material dan upah kerja sejumlah proyek dan lainnya. Menurut sumber berhasil disadap media ini ditengarai pemicunya adalah pinjaman dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menurut Ancha Mayor salah satu aktifis Sinjai, persoalan tersebut harus dilihat secara jeli. Untuk menarik benang merah penyebab “tiarapnya” keuangan Pemkab. Sinjai. Agar tidak mengkambing hitamkan PJ. Bupati Sinjai, T.R Fahsul Falah yang baru dua bulan menjabat di Kabupaten Sinjai.

“Apakah PJ. Bupati Sinjai yang menimbulkan persoalan/atau masalah. Bukankah hal tersebut sudah terjadi sebelum ada Pj Bupati. Lalu kenapa Pj yang di justice. Menurut saya seharusnya kita jeli melihat sumber masalahnya dari mana” Ungkap Ancha Mayor dengan nada bertanya disalah satu grup WhatsApp, Kamis 22 November 2023.

Dikatakan, persoalan tersebut sangat simpel untuk menemukan akar permasalahannya. Berawal dari pinjaman dana PEN Pemkab Sinjai menyebabkan APBD koyak saat ini.

“Menurut saya simpelji cara melihatnya, sebenarnya masalah utamanya berawal dari dana pinjaman PEN. Ditambah lagi dengan proyek anggaran Milyaran bahkan sampai puluhan miliyar diakhir periode (Andi Seto – Andi Kartini) yang sumber anggarannya dari APBD.Sederhananya begini, berapa yang harus pemda bayarkan setiap tahun (Pokok tambah Bunga), lalu berapa PAD sinjai, sisa dikurang, berapa sisanya, kita lihat lagi, berapa Proyek besar yang sumbernya dari APBD. Kalaupun ada lebihnya, apakah menutupi anggaran kegiatan yang lain, seperti Honor, Makan/Minum Rujab, PLN, Perjalanan Dinas, ATK, dan lainnya” Urai Andi Ancha Mayor.

Baca Juga:  Tersandung Utang, Inspektorat Dininta Periksa Admistrasi PT. Catur Jaya Prima Sejahtera

Lanjut Ancha Mayor menduga adanya pihak mendapat keuntungan pribadi dara dana pinjaman PEN. Dengan asumsi Fee sekitar 10 persen.

“Kalau orang mau melihat keuntungan pribadi yang didapatkan dari dana Pinjaman (PEN) setidaknya kurang lebih Rp 18,5 Miliyar dengan asumsi Fee yaitu 10 persen” Katanya.

Kabar Sinjai dilanda devisit menurut, Ancha, hal itu belum bisa disimpulkan karena itu baru bisa diketahui di LPJ Akhir tahun. “Belum devisit, bahasa itu sengaja dibuat. Makanya dalam LPJ ditulis devisit/surplus. Devisit atau tidak nanti kita lihat di LPJ akhir tahun. Sekarang kan masih berproses anggaran 2023” Jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan untuk angsuran pokok pinjaman dana PEN sekitar Rp 46 Miliar/ Tahun termasuk bunga. Hanya saja pihaknya tidak membeberkan berapa persen bunga dari pinjaman tersebut. Sambil mengakui pihaknya memegang data pinjaman PEN ini.

Baca Juga:  Job Fair Menyapa Rakyat Sinjai

“Data yang saya pegang ditandatangani oleh Kadis PUPR Sinjai” Ngakunya.

Seirama pernyataan Anca Mayor, ditempat yang sama (Grup WhatsApp red) Awal Petta Kube menilai adanya kejanggalan pada pinjaman dana PEN. Disinyalir ada praktik korupsi didalamnya.

“Coba beng hitung kanda berapa proyek yang dihasilkan dari pinjaman tersebut. Dikalikan yang 20 persennya itu yang korupsi karena apabila di daerah mengembalikan pinjaman tersebut maka tetap terbayarkan yang 20 persennya” Sebutnya kepada wartawan media ini.

Disisi lain, banyak pihak berharap PJ. Bupati Sinjai, T.R Fahsul Falah, harus tampil “heroik” membawa daerah ini keluar dari lingkaran keterpurukan anggaran ditengarai kas daerah kritis. Berdampak “melek nya” pencairan dana sejumlah kegiatan. Menurutnya, PJ Bupati tidak boleh berpangku tangan karena suda menjadi bagian dari tanggung jawabnya untuk menuntaskan.

“Mengapa harus ada PJ kalau tidak mampu bertanggung jawab dan menyelesaikan berbagai persoalan dalam suatu wilayah” Ujar sumber dengan nada bertanya.

Hal senada diungkapkan Oleh Nurzaman Razaq, Ketua LSM “Bersatu” Sinjai. Dipaparkan, tugas dan tanggung jawab Penjabat Bupati adalah, menjaga stabilitas pemerintahan agar tetap berjalan kondusif, menjaga lingkungan politik tetap stabil, bertanggung jawab penuh jalannya roda pemerintahan dengan mengimplementasikan seluruh persoalan yang ditinggalkan oleh pejabat defenitif sebelumnya, terlebih disaat kini musimnya perhelatan politik yang patut terjaga stabilitas Kamtibmas yang kondusif, nyaman, damai dan terkendali.

Baca Juga:  Polres Tetapkan 2 Tersangka Perkelahian Di Sinjai Selatan

“Yang terpenting lagi melestarikan kemitraan dengan baik melalui komunikasi timbal balik” Harapnya.

Sementara, Pettu Tuju Daeng Mattayang, nama sumber media ini disamarkan, mengaku prihatin dengan keterpurukan anggaran Pemkab. Sinjai saat ini. Hingga molornya pembayaran berbagai kegiatan bisa berdampak membludaknya angka kemiarkinan kedepannya.

“Berapa banyak aparatur desa, tenaga sukarela Pemda, dan upah kerja para buru bangunan proyek menjerit karena gajinya belum terbayar dengan molornya pencairan. Mereka itu tumpuan dari keluarga-keluarganya. Apa ini tidak menciptakan kemiskinan baru” Ujar Petta Tujuh Daeng Mattayang.

Lanjut disebutkan, terkatung-katungnya pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) dan anggaran lainnya harus menjadi “agenda” utama T.R Fahsul Falah, Penjabat Bupati Sinjai. Karena ini menyangkut persoalan “perut” dari puluhan bahkan ratusan orang akibat gaji mereka ada yang sudah 4 bulan belum terbayar (Perangkat desa red).

Lebih lanjut dikatakan, persoalan ini jika tidak dituntaskan secepatnya sangat dikhawatirkan istilah dalam tiktok yang lagi viral “Pinjam Dulu Seratus” bakal jadi realita dunia nyata di “Bumi Panrita Kitta”.

“Sangat ironis kalau istilah tiktok itu menimpah aparatur dan perangkap desa. Bisa membuat berbagai program pengentasan kemiskinan hambar dimata masyarakat luas” Pungkasnya. (Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *