Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Ada Apa Bangunan Talud Tanpa Papan Proyek Di Kabupaten Sinjai

  • Bagikan

SINJAI, nuansainfonews.com – Apakah ini berkah dari lantunan doa pengguna jalan hingga ada pembengunan talud dari dermawan menggunakan dana pribadinya para pencari amal jariah di Desa Talle, Dusun Campaga,Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Ataukah itu adalah anggaran negara dari pajak yang dibayar rakyat ?

“Kalau benar ini adalah anggaran negara, ada apa tidak memasang papan informasi. Layak mendapat gelar sebagai proyek siluman. Karena papan anggaran/informasi adalah termasuk pekerjaan pendahuluan sebagai bentuk transparansi publik. Patut digelar sebagai proyek siluman. Atau jangan-jangan ini uang pribadinya H. Haris Ahcmad, Kadis PUPR Sinjai,  disumbangkan untuk amal jariah “Ungkap salah seorang warga dengan ciri-ciri rambutnya lurus agak gemuk kepada wartawan saat berkunjung ke lokasi, Sabtu, 25/11/2023

Baca Juga:  Pipa Induk Bocor, Direktur Perumda AMTSB Turun Ke Lokasi

Tidak sampai disitu, tim media yang berkunjung ke lokasi berusaha mencari tahu kepemilikan proyek tersebut. Dan sampai saat ini belum juga diketahui asal muasal pengerjaan talud tersebut. Meskipun warga lainnya berusaha dikorek keterangannya namun tidak ada informasi kegiatan, pembangunan talud ini bagai “dedemit”

Terpisah, kepala Desa Talle Ir. Abd. Rajab yang dikonfirmasi wartawan melalui komunikasi chat whatsApp mengatakan bahwa “Terkait Proyek tersebut saya juga tidak tahu dinda, dan itu sudah lama dikerjakan, mungkin karna saat ini musim politik jadi ada lagi yang memfasilitasinya.” Ucapnya.

Baca Juga:  Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polsek Tellulimpoe Rutin Patroli Malam

“Namun terkait siapa yang punya kami tidak tahu, karena itu jalan poros kabupaten dan bukan anggaran Dana Desa. Lagian juga tidak ada papan proyeknya.” Tuturnya.

Ditambahkannya bahwa “Mungkin saja itu pihak PUPR Sinjai yang tangani dinda. Dan coba dicari tahu dahulu kebenarannya.” Harapnya.

Adapun tanggapan dari masyarakat berharap bahwa “Seharusnya ini dikawal oleh inspektorat dan lihat saja kwalitas pekerjaannya seperti itu, kami harap kegiatan tersebut dikawal betul. Jangan hanya dicerita tapi dikerja.” Ungkap sumber yang tak menyebutkan namanya.

Baca Juga:  Buka Pemilihan Duta Baca, Seperti Ini Harapan Kedepan Cut Remiati

Sampai saat ini pihak PUPR melalui PPK dan Kepala Dinas tidak dapat dihubungi.

Untuk memastikan apakah pembangunan talud itu adalah uang pribadi dari seorang dermawan atau proyek yang dikerja kontraktor bandel banyak pihak berharap kepada APH untuk mengusut tuntas, kuncinya. (AB/ Nuansa)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *