Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Kadis PUPR Sinjai : Proyek Bermasalah Kita Tidak Akan Bayar

  • Bagikan

H. Haris Ahcmad, Kadis PUPR Sinjai

SINJAI, nuansainfonews.com – Tidak main-main, PUPR Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, akan menindak tegas kontraktor “nakal” (kontraktor kerja asal-asalan red). Sebagai bentuk komitmen menghadirkan pekerjaan infrastruktur berkualitas kepada masyarakat “Bumi Panrita Kitta” sebutan Kabupaten Sinjai. Hal ini disampaikan H. Haris Ahcmad Kadis PUPR Sinjai menanggapi seputar pekerjaan hotmix Paket 2 yang dikerjakan oleh PT. Catur Jaya Prima Sejahtera. Saat bincang-bincang dengan media ini, Rabu 29 November 2023.

Pihaknya membenarkan adanya pekerjaan PT. Catur Jaya Prima Sejahtera menuai sorotan akhir-akhir ini. Sudah mendapat teguran keras untuk diperbaiki dibeberapa ruas sudah dilakukan pembongkaran dan perbaikan (hotmix ulang red).

“Ruas Serre-Caboro saat kita mendapatkan informasi langsung ditindak lanjuti ke lokasi dan memerintahkan pihak kontraktor untuk melakukan perbaikan. Sudah diperbaiki disana begitu juga dengan poros Gareccing-Dada ada perbaikan sekitar 100 Meter disekitar persawahan. Kita tidak akan bayarkan kalau tidak diperbaiki” Tegas Haris Achmad.

Baca Juga:  Kapolres Sinjai Pimpin Gelar Perkara Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur

Lanjut dikatakan soal parahnya bleading (gelombang) dan buljon (sambungan aspal) hasil pekerjaan PT. Catur Jaya Prima Sejahtera pihaknya menyebutkan beberapa kemungkinan adalah peralatan yang dipakai sudah tua atau tenaga pekerjanya kurang profesional dalam pekerjaan hotmìx.

“Mungkin karena alatnya sudah tua, kemungkinan juga tenaga kerjanya tidak profesional (kurang pengalaman red). Makanya konsultan dan pihak kami di lokasi terus melakukan pengwasan agar dapat meminimalisir hal-hal tidak diinginkan (menjaga kualitas red). Intinya kita suruh perbaiki pekerjaan yang tidak memenuhi standar kualitas” Tegasny.

Soal lambatnya pekerjaan hotmix yang dikerjalan PT. Catur Jaya Prima Sejahterah, baru sekitar 60 persen. Pihaknya menyebut akan dikenakan denda perpanjangan. Karena untuk putus kontrak itu kemungkinannya sangat nihil dengan pertimbangan sangat merugikan masyarakat dan pemerintah. Demikian juga dengan blacklist perusahaan tersebut tidak memberi dampak efek jerah karena mereka (kontraktor) bisa bikin perusahaan baru.

Baca Juga:  Ada Apa Rujab Wakil Ketua DPRD Sinjai ?

“Kalau lambat, pihak rekanan (kontraktor) ada denda keterlambatan pekerjaan” Jelasnya.

Selain itu pihaknya juga menjelaskan secara gamblang terkait adanya pekerjaan tanggul di poros Campaga/Cammeru Desa Talle tidak dilengkapi papan proyek adalah pekerjaan pemeliharaan (swakelola) anggarannya sekitar Rp 50 juta. Dan pekerjaan pemeliharaan/swakelola tidak diharuskan memasang papan informasi.

“Itu pekerjaan pemeliharaan, masyarakat disanaji yang kerja dan kita jamin kualitasnya” Ujarnya.

Menyoal adanya informasi PT. Catur Jaya Prima Sejahtera tersandung utang material dan sewa peralatan kegiatan proyek tahun 2022 lalu, pihaknya mengaku sudah melakulan mediasi mempertemukan keduanya. Dan bahkan pernah hal ini bergulir di Polres Sinjai saling lapor antara kontraktor dan pihak penyedia material/peralatan.

“Kita sudah dua kali mediasi. Sebelumnya sekitar Rp 1 Miliyar dan sekarang tinggal Rp. 400 juta berarti sudah dibayar sebagian. Ini juga pernah saling lapor di polisi” Tuturnya.

Baca Juga:  Pinjaman Dana PEN Ditengarai Pemicu Kocar Kacernya Keuangan Pemkab Sinjai ?

Sebelumnya media ini memuat terkait pekerjaan PT. Catur Jaya Prima Sejahtra ditengarai “amburadul” dengan ditemukannya beberapa pekerjaan hotmis kualitas rendah (terhambur red) di Poros Serre-Caboro sempat dipantau oanggota DPRD Sinjai, Andi Jusman.

Perlu diketahui, PT. Catur Jaya Prima Sejahtera tahun ini menangani anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 25.338.198.534,- (Dua Puluh Lima MiliyarTiga Ratus Tiga Puluh Delapan Juta Seratus Sembilan Pulu Delapan Ribu Limqratus Tiga Puluh Empat Rupiah) meliputi : Ruas Jalan Bonto – Lappadata, Ruas Jalan Gareccing – Dada, Ruas Jalan Lingkar Banoa, Ruas Jalan Serre – Caboro, dan Ruas Jalan Topangka – Ammessing.

Semementara, Erwin kotraktor/penanggung jawab PT. Catur Jaya Prima Sejahtera, yang mau dikonfirmasi seputar pekerjaannya belum bisa dihubungi sampai berita ini tayang. (Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *