Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

T.R. Fahsul Falah Dalam Tiga Bulan Meniti Tantangan Penjabat Kepala Daerah

  • Bagikan

Oleh :Muhammad Yusuf Buraerah, SH.

Opini – Rentetan tantangan yang harus dihadapi dan ditangani Penjabat (Pj) Bupati Sinjai, TR Fahsul Falah dalam mengisi kekosongan jabatan kepala daerah di Kabupaten Sinjai, telah banyak dipaparkan berbagai pihak pada beberapa media, mulai dari yang bernada optimis yang menggantungkan banyak harapan hingga yang bersuara sumbang dengan aneka keraguan.

Mereka yang optimis dengan menggantungkan banyak harapan pada kepemimpinan Pj Bupati Sinjai, tampaknya tidak terlepas dari keberhasilan TR Fahsul Falah meraih kepercayaan Kementerian Dalam Negeri yang kemudian memilihnya sebagai Pj Bupati Sinjai di antara figur potensial usulan lainnya yang mayoritas putera daerah Sulsel, termasuk
diantaranya putra daerah asli Sinjai.

Sementara mereka yang cenderung bersuara sumbang dengan berbagai keraguan, nalarnya seakan lebih dipengaruhi oleh dua faktor determinan, yakni pertama, keterpilihan TR Fahsul Falah sebagai Pj Bupati Sinjai yang marak diisukan sebagai buah perjuangan dari “penguasa” pemerintahan daerah Sinjai sebelumnya.

Dengan alasan itu, sepertinya terekam kuat pada benak mereka, jika TR Fahsul Falah dalam melaksanakan tugas dan amanah sebagai Pj Bupati Sinjai, dikhawatirkan akan lebih cenderung tunduk pada arahan dan petunjuk serta kendali kuasa “sang penitip”.

Baca Juga:  Politik Balas Dendam Tantangan Dan Sandungan

Kedua, keberagaman permasalahan kondisional daerah yang tersisa dari kepemimpinan pemerintahan sebelumnya yang kemudian dipaparkan sebagai Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pj Bupati Sinjai yang beriringan dengan program nasional yang harus dijalankannya secara bersamaan, dipandangnya sebagai tugas yang maha berat untuk dilaksanakannya.

Apalagi jika independensi intelektual, serta semangat spiritual dan kematangan emosionalnya sebagai birokrat, telah tergadai dalam konotasi petugas “sang penitip” yang tetap membututi dan menyetirnya dengan remote control, yang memaksa setiap langkah dan strateginya harus tetap pada lajur yang dikehandaki “sang penitip”.

Dari rekaman nada optimis dan suara sumbang tersebut yang mengawal perjalanan kepemimpinan Pj Bupati Sinjai TR Fahsul Falah, pun bermunculan premis di antara keduanya, dimana yang optimis mulai semakin yakin dengan sentuhan Pj Bupati dalam merespon berbagai permasalahan, khususnya dalam hal pengelolaan APBD tahun berjalan.

Dalam konteks ini, pelancaran pembayaran terhadap beberapa pembiayaan dan anggaran gencar dilakukan hingga dengan segala dinamikanya berujung pada penyelesaian perubahan APBD 2023 dan penyelesaian APBD tahun 2024, meskipun tantangan itu tetap terus berkembang seiring suara sumbang dengan keraguan yang terus menguat.

Baca Juga:  Impresi Dan Hak Imunitas DPR - Polemik Pembangunan Kantor Gubernur

Keraguan terhadap Pj TR Fahsul Falah sebagai petugas “sang penitip” tak terhenti tersorot dari performa kepemimpinan dan kinerjanya yang konon kabarnya juga dipagari dengan oknum pejabat kepercayaan seperti pejabat sebelumnya yang dikelilingi birokrat kepercayaan dan beberapa influencer dari tim pemenangannya.

Demikian halnya saat ini, Pj Bupati TR Fahsul Falah ditengarai telah membentengi diri dengan mengangkat KSB (Kepala Staf Bupati) semacam KSP (kepala Staf Kepresidenan) sebagai “barikade” yang diharapkan dapat memfilter dan menjadi perisai bagi siapapun yang hendak berinteraksi dengannya.

Untuk lebih menguatkan barisan perlindungannya, juga santer terdengar jika Pj TR Fahsul Falah telah menunjuk petugas khusus dari kalangan pejabat sebagai fasilitator terhadap media dan komunikasi publik di sisi keberadaan protokol dan humas yang secara organisatoris sesungguhnya dapat dan mampu memainkan peran, tugas dan fungsinya secara maksimal.

Belum cukup sampai pada pengangkatan dan penunjukan jabatan “perisai” dimaksud, dalam perkembangannya pada bulan pertama kepemimpinannya, Pj TR Fahsul Falah dalam percakapannya via telepon dengan salah satu awak media, mengungkapkan jika dirinya telah mempercayakan kepada salah satu pejabat untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi.

Baca Juga:  Martabat Untuk Semua Dalam Praktik

Namun pejabat yang ditunjuk tersebut, bukanlah pejabat yang pada jabatannya melekat tugas dan fungsi yang harus diperankannya, sehingga hal ini menguatkan dugaan berbagai pihak jika Pj Bupati akan lebih menebalkan perisai perlindungannya.

Selain dengan tantangan situasi kondisional diinternal manajerial pemerintahannya itu, Pj Bupati Sinjai TR Fahsul Falah juga dituntut untuk menyeberangi titian tantangan permasalahan penurunan stunting, kemiskinan ekstrem dan inflasi yang sukses terkendali oleh kepala daerah dan wakil kepala daerah sebelumnya.

Demikian halnya dengan tantangan untuk penyelenggaraan pemilu dan pilkada yang menuntutnya untuk senantiasa menjaga netralitas birokrasi. ”Memastikan tidak saja secara pribadi sebagai penjabat kepala daerah netral, tetapi juga seluruh ASN (aparatur sipil negara) di wilayah kerjanya.

Situasi “runyam” harus ditebas dan tetap tampil sebagai “sosok teladan” memaknai netralitas secara utuh. Tidak pada posisi semakin tajamnya aroma ketidak berdayaan atas tekanan-tekanan “penitip”. Karena pasti ada “tergerus” hingga akhirnya arti pengabdian “hambar”.

(SINJAI, 1 Desember 2023)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *