Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Produksi Ballo Di Sinjai Tengah Melimpah Ruah, Pemkab Sinjai Jangan Tinggal Diam

  • Bagikan

SINJAI, nuansainfonews.com – Terungkap potensi untuk pengembangan industri gula aren di Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, lewat Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) jajaran Polres Sinjai. Perlu mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai. Kalau didiamkan bisa berdampak “krusial” karena bahan baku gula aren tersebut juga punya potensi dijadikan minuman keras tradisional jenis ballo oleh masyarakat setempat, ungkap sumber dari berbagai kalangan, Rabu 6 Desember 2023.

Lanjut dikatakan, dua hari terakhir Polres Sinjai dalam hal ini Polsek Sinjai Tengah mengungkap puluhan liter bahan baku gula aren dijadikan minuman keras tradisional (Ballo red) oleh masyarakat setempat. Informasi tersebut dinilainya hanya berlalu tidak ada upaya mencari solusi dari Pemkab Sinjai, kalau sebenarnya itu merupakan potensi industri kalau dikelola dengan baik bisa membawa “Bumi Panrita Kitta” gelar Sinjai mendunia.

Baca Juga:  Kemilau Forum PATBM Koltim

“Saya berharap dengan terungkapnya bahan baku gula aren dijadikan minuman tradisional Pemkab jangan cuma diam. Kasi solusi dong masyarakatnya, karena ini sebenarnya adalah potensi besar luput dari perhatian (pemerintah). Kalau perlu angarkan di APBD industri gula aren. Begitu juga dengan pihak anggota Dewan, ini aspirasi nyata yang seharusnya sudah disuarakan dari dulu. Kalau perlu dukung anggaran industri gula aren disana secara maksimal. Jangan cuma sibuk memperjuangkan tambahan anggaran DPR yang turun dari tahun sebelumnya sekitar Rp 14 M, sampai-sampai pengesahan APBD pokok molor” Ungkap Petta Tujuh, nama sumber media ini lagi-lagi disamarkan jati dirinya.

Baca Juga:  Cakades Pattongko Sinjai Paparkan Visi Misi

Hanya memang dalam mengembangkan industri gula aren lanjutnya, tidak boleh dilakukan setengah hati. Harus digaskan pol baik dari sisi anggarannya maupun sisi Sumber Daya Manusianya (SDM). Karena realita ada pengembangan industri hanya sebatas usia jagung (sekitar 4 bulan) sudah “tiarap”. Bagaimana mungkin mau berkembang dan sukses kalau anggarannya nihil. Sudah nihil dihabiskan lagi hanya seputar pelatihan dan pelatihan. Akhirnya semuanya berantakan karena yang seharusnya jadi modal awal masyarakat justru habis diruang ber AC.

Baca Juga:  Kadis PUPR Sinjai : Proyek Bermasalah Kita Tidak Akan Bayar

“Disini peranan Perusda Sinjai harus muncul kepermukaan, supaya tidak terkesan mati suri. Banyak potensi alam bisa dikembangkan lewat Perusahan Daerah (Perusda)” Jelasnya.

Lanjut Petta Tujuh menyebutkan, sangat miris kedengaran kejadian yang menimpa masyarakat terjaring razia Ballo. Harus dilihat dari semua sisi termasuk Pemkab harus bertanya dengan dirinya sendiri kenapa masyarakat saya demikian (Produksi Ballo skala besar).

“Pemda harus tampil memberi solusi sebagai bentuk pengabdian tulus kepada masyarakatnya” Pungkasnya. (Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *