Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

E Mobilet Turnamen Esport Series Berbuntut Sorotan Ke Kadisdik Sinjai

  • Bagikan

SINJAI, nuansainfonews.com – Sudah merupakan “kodrat” keberagaman penilaian orang terhadap suatu peristiwa/kejadian. Jika mampu dimaknai “perbedaan” itu adalah bagian dari nikmat maka semuanya akan indah. Demikian pulah dengan E Mobile Turnamen Sinjai Esport Series 2023 yang digelar di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, berbuntut sorotan kepada Kapala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sinjai, Irwan Syuaib.

Bahkan barkali-kali muncul dalam grup WhatsApp penyelenggaraan turnamen tersebut menjadi pembahasan tidak “bertepi” ada narasi kurang “elok” mengarah kepada Irwan Syuaib konteksnya dengan posisinya sebagai Kadisdik, mengajak siswa di “Bumi Panrita Kitta” gelar Kabupaten Sinjai, main game.

Baca Juga:  SMP Negeri 11 Sinjai Adalah Sekolah Penggerak

Satu nafas dengan diatas, Andi Darmawansya menyebutkan, adanya ajakan Kadisdik kepada para pelajar (siswa-siswi red) bisa berdampak buruk terhadap dunia pendidikan. Bahkan pihaknya menduga tingginya angka anak putus sekolah di “Bumi Panrita Kitta” merupakan salah satu dampak negatif kemajuan teknologi (game red). Demikian juga dengan prestasi siswa bisa terpukul mundur saat kecantol dengan “game”.

“Ketua ESI yang kebetulan juga sebagai Kadis Pendidikan, ajak pelajar main game” ketus Anca Mayor sapaan akrab Andi Darmawansa, lewat pesan WhatsApp ke redaksi media ini, Rabu 6 Desember 2023.

Bahkan pihaknya menyebut keberadaan permainan game sebagai olahraga berprestasi harus ditinjau ulang oleh Koni Sinjai, Koni Provinsi, Koni Pusat dan polis maker negeri ini adalah Presiden Jokowi. Kalau tidak maka pihaknya meyakini masa depan generasi muda akan “suram”.

Baca Juga:  Isu Fee Berbuntut Konferensi Pers Disdik Sinjai

“Bukan karena banyaknya peminatnya utamanya dari kaum pelajar lantas harus dijadikan olahraga berprestasi. Pemerintah dan Pihak KONI seharusnya jeli dan mengkaji ulang dampak positif negatifnya itu game. Bagaimana tidak banyak yang putus sekolah, yang sudah pelajar saja diajak main game, lalu apakah itu singkron dengan strategi dalam penanggulangan anak putus sekolah. Justru akan menambah catatan buruk perjalanan pendidikan di negeri ini khususnya Kabupaten Sinjai” Beber Anca Mayor protes atas ajakan Kadisdik Sinjai terhadap pelajar ikut turnamen game.

Baca Juga:  Eksis SD Negeri 42 Bikeru Sinjai

Secara terpisah, Irwan Syuaib Kadisdik Sinjai yang dikonfirmasi seputar persoalan ini, menyebutkan kalau E-Sport terdaftaf secara resmi di Koni Sinjai sebagai olahraga berprestasi. Dan dia mendapat amanah sebagai ketuanya di Kabupaten Sinjai.

“E-Sport terdaftar secara resmi di Koni Sinjai sebagai olahraga berprestasi ikut dipertandingkan diajang Porprov, PON dan Seagems. Dan kegiatan turnamen kemarin bagian dari pencarian bibit atlet E-Sport dari kalangan pelajar” Pungkasnya. (Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *