Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Kejagung RI Periksa 2 Orang Saksi Kasus BTS 4G

  • Bagikan

JAKARTA, nuansainfonews.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) memeriksa 2 orang saksi, terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi (TPK) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), dalam penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020 s/d 2022. Demikian disampaikan oleh kepala pusat penerangan hukum Kejagung RI, Dr. Ketut Sumedana, lewat siaran pers tertulisnya keredaksi media ini, Jum’at 8 Desember 2023.

Baca Juga:  Kawal Penyaluran BLT, Ini Imbauan Kapolsek Tellulimpoe

Dikatakan dua orang saksi yang menjalani pemeriksaan adalah GS selaku Direktur PT Dolarindo Money Charger Buah Batu Bandung. Dan CS selaku Direktur PT Duit Sono Si ni Remittance.

Secara gamblang dikatakan, kedua orang saksi diperiksa terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (TPK) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020 s/d 2022 atas nama Tersangka AQ dan Tersangka NPWH alias EH.

Baca Juga:  Pj. Bupati Sinjai Tinjau Rumah Warga Desa Palae Tidak Layak Huni

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud (K.3.3.1)” Jelasnya.

Lebih lanjut sebutkan, selain pemeriksaan 2 orang saksi TPPK dan TPPU dalam penyediaan infrastruktur BTS 4G, pihaknya juga melakukan pemerikasaan 1 orang saksi terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi rekayasa proyek fiktif pada PT Sigma Cipta Caraka Tahun 2017 s/d 2018.

Baca Juga:  Ketua AMJI RI Sinjai Narsum Di Polres

Saksi yang diperiksa yaitu A selaku Direktur PT Indoserena Dwimakmur, terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi rekayasa proyek fiktif pada PT Sigma Cipta Caraka Tahun 2017 s/d 2018.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud (K.3.3.1)” Pungkasnya. (Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *