Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

APH Diminta Usut Penggunaan Anggaran Pemda Sinjai

  • Bagikan

Foto Ilustrasi

SINJAI, nuansainfonews.com – Kian mencuat mandeknya pencairan anggaran berbagai kegiatan hingga utang kue Pemerintah Kabubaten (Pemkab) Sinjai menjadi trending topik pekan ini. Jelas menimbukkan kekhawatiran KAS daerah tidak sedang baik-baik saja. Hingga banyak meminta APH melakukan penelusuran laporan keuangan Pemkab Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Bukan soal bayar membayar, tapi soal penggunaan anggarannya. APH wajib menelusuri laporan keuangan Pemda, Karena kami menduga uang tersebut bisa jadi digunakan secara pribadi. Sebab sampai hari ini Pemda tidak memiliki uang untuk membayar hutang tersebut (Hutang Kue Rujab red) bisa berarti kegiatannya sudah dilaporkan 100%” Ungkap Andi Darmawansyah, saat mendengar kabar utang kue Pemkab sudah dibayar oleh seseorang (bukan pihak Pemkab yang bayar red), Selasa 12 Desember 2023.

Baca Juga:  PENGDA PORDI Resmi Dilantik

Lanjut dikatakan, pihaknya menduga, bahwa orang baik yang membayarkan tersebut (utang kue Pemkab red) adalah seorang yang berprofesi kontraktor, patut disinyalir ada penerimaan gratifikasi sebelumnya. Dimana didalamnya ada konflik interest antara kontraktor dan Pemda. Hanya saja hal ini menurutnya masih perlu ditelusuri proyek-proyek kontraktor ini sebelum menarik benang merahnya.

“Kira-kira apa kepentingan orang baik tersebut alias kontraktor membayarkan utang Pemda” Sebutnya dengan nada bertanya.

Secara tegas, pihaknya meminta APH untuk melakukan penelusuran rekening koran setiap OPD termasuk rekening Pemda, karena hal itu diakuinya sangat penting untuk diselaraskan dengan laporan pertanggungjawabannya.

Baca Juga:  Kejagung RI Periksa 2 Orang Saksi Kasus BTS 4G

“Kami menduga uang ada, tapi bisa jadi diduga diendapkan” Singkatnya.

Bukan hanya soal utang kue Pemkab, berbagai keluhan turut mewarnai akhir tahun 2023. Ramai tayang di media online insentif tenaga kebersihan, insentif tenaga kesehatan, ADD desa juga sampai hari ini belum ada kejelasan akan rampung pencairan tahap ke IV. Menjadi catatan “kelam” Pemkab Sinjai.

“Sudah selayaknya pihak kompeten melakukan penelusuran terkait mandeknya pembayaran berbagai kegiatan. Ini sudah ada indikasi anggaran kurang sehat dan jadi catatan kelam perjalanan Pemkab Sinjai” Ungkap sumber terenyuh, meminta tidak ditulis jati dirinya.

Sementara kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Kab. Sinjai, Hj. Ratnawati berkali-kali dihubungi telpon selulernya tidak diangkat. Juga WhatsApp pesan konfirmasi seputar mandeknya pembayaran berbagai kegiatan tidak digubris.

Baca Juga:  Program Kotak Seribu Polres Sinjai Menyapa Masjid Nurul Amin

Lain halnya dengan Pj. Bupati Sinjai, T.R Fahsul Falah, sangat hati-hati dalam menyelesaikan berbagai persoalan seputar utang Pemkab. Semuanya melalui proses audit pihak inspektorat sebelum pembayaran dilakukan. Kendati demikian pihaknya tetap optimis semuanya akan semakin baik.

“Insya Allah sudah selesai Pulbaketnya akan segera diselesaikan” Sebut , TR Fahsul Falah, saat dikonfirmasi seputar mandeknya pembayaran berbagai kegiatan. Sambil ditambahkan, semua utang makan minum di Rujab Bupati sudah pulbaket atau pemerikasaan inspektorat dan segera dibayarkan, Kuncinya. (Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *