Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Usut Proyek Pembangunan Puskesmas Pulau Sembilan Sinjai

  • Bagikan

Foto Tgl 18 – 12 – 2023

SINJAI, nuansainfonews.com – Beredar kabar proyek Puskesmas Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, habis kontrak pekan lalu (15/12/2023). Kemajuan fisik baru 70 persen. Harus diusut, terindikasi merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat harus menunggu lagi perpanjangan kontrak. Demikian menurut sumber yang berhasil disadap media ini, Selasa 19 Desember 2023.

“Keterlambatan realisasi proyek sangat merugikan masyarakat, makanya perpanjangan kontrak itu ada kriteria dan persyaratan harus terpenuhi” Ungkapnya sambil meminta tidak dipublikasikan jati dirinya.

Bahkan pihaknya menduga keterlambatan pekerjaan proyek tersebut karena kontraktor pelaksana terlalu memonopoli pekerjaan fisik tahun ini (2023).

“Banyak sekali proyek ditangani. Bahkan saya dengar-dengar dia juga pelaksana rehabilitasi Mall Pelayanan Publik yang anggarannga sekitar Rp 4,3 Miliar” Ungkapnya.

Hanya saja pihaknya enggang menyebut secara detail pelaksana proyek tersebut.Namun diakuinya nyaris semua OPD ada paket pekerjaannya.

“Kalau soal paket pekerjaan bisa kita telusuri. Hampir semua OPD ada paket ditangani. Mungkin saja itu penyebab terlambatnya pekerjaan Puskesmas Pulau Sembilan” Tuturnya.

Lanjut dibeberkan, soal cuaca sangat mendukung terealisasinya pembangunan proyek tersebut sebelum masa kontrak berakhir. Sambil dicontohkan kegiatan ratusan juta pembangunan rehabilitasi SMK Negeri 4 Sinjai (SMK Pulau Sembilan) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Disdik Provinsi justru selesai tepat waktu.

“Lokasinya sama, dan ini SMK Swakelola (Masyarakat biasa yang kerja) bisa tepat waktu. Justru yang dikerja kontraktor nota bene memiliki keahlian dan tenaga ahli kok tidak bisa tepat waktu, ada apa?” Beber sumber tanpa bermaksud membandingkan antara kontraktor dengan kelompok masyarakat.

Disisi lain, pihak DPRD sempat mewanti-wanti pekerjaan fisik tidak melawati masa kontrak. Kendati hanya sekedar mewanti-wanti namun patut menjadi perhatian serius bagi rekanan (kontraktor red).

Baca Juga:  Dana Kapitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai Mati Suri

“Intinya kita pihak DPRD selalu mewanti-wanti agar pekerjaan fisik tepat waktu. Untuk Puskesmas Pulau Sembilan kebetulan itu adalah rana Komisi 1 (Satu)” Ujar Andi Jusman salah seorang anggota DPRD Sinjai, dikenal masyarakat cukup vokal.

Sumber lainnya mengatakan, DPRD punya hak imunitas dan hak kontrol. Hanya saja menurutnya, hak kontrol DPRD Sinjai masih perlu dipertajam lagi agar tidak “hambar” di mata masyarakat.

“DPRD seharusnya lebih peka dengan berbagai persoalan yang ada. Termasuk keterlambatan pekerjaan fisik harus disikapi karena ada hak masyarakat disitu” Terangnya.

Masih seputar pembangunan Puskesmas Pulau Sembilan, salah seorang pemerhati pembangunan menyebutkan proyek Puskesmas Pulau Sembilan adalah bukan LPSE, melainkan E-Katalog. Dimana anggaran tidak bisa dilihat di sistem E-Katalog tersebut.

“Yang perlu ditelusuri kontraktornya beralamat dimana serta direkturnya siapa. Kapan mereka memasukkan daftar ke e-katalog Sinjai” Katanya dengan nada menyarankan, sembari meminta tidak ditulis jati dirinya.

Menurutnya proses E-Katalog anggarannya tidak bisa dilihat di E-Katalog. Dan yang bisa dilihat hanya harga satuan pekerjaan tiap-tiap kontraktor yang terdaftar.

“E-katalog adalah sistem pengadaan barang/jasa yang dikembangkan oleh pemerintah melalui LKPP, dimana dalam E-Katalog dapat dijumpai harga-harga satuan pekerjaan maupun harga-harga barang baik lokal maupun yang bukan.. Pemilihan penyedianya kalau tidak salah dilakukan dengan membandingkan harga antara penyedia yang terdaftar dalam E-katalog” Paparnya.

Hanya saja, nilai pagu, HPS dan penawarannya tidak dapat dimonitor.
Jika metode pemilihan melalui E-katalog, sebagai saran sebelum menentukan penyedia sebaiknya melalui proses probility audit yang mana diartikan sebagai integritas (integrity), kebenaran (uprightness), dan kejujuran (honesty).

Baca Juga:  Program Kotak Seribu Polres Sinjai Menyapa Masjid Nurul Amin

“Konsep probility tidak hanya digunakan untuk mencegah terjadinya korupsi atau ketidakjujuran tetapi juga untuk memastikan bahwa proses penyelenggaraan kegiatan sektor publik, seperti proses pengadaan barang/jasa, penjualan aset, dan pemberian sponsor/hibah dilaksanakan secara wajar, obyektif, transparan, dan akuntabel” Urainya.

Lebih lanjut dijelaskan, tujuan pelaksanaan Probility audit adalah :
a. Untuk memberikan keyakinan bahwa rencana pengadaan barang/ jasa telah sesuai dengan tujuan, kebijakan, prinsip dan etika pengadaan barang jasa.
b. Mengidentifikasi kelemahan/permasalahan yang signifikan dalam proses perencanaan pengadaan barang/jasa.
c. Memberikan saran perbaikan yang diperlukan.

Sementara, Iwan yang disebut-sebut sebagai PPK pembangunan Puskesmas Pulau Sembilan berusaha dikonfirmasi seputar persoalan tersebut lewat telpon seluler tidak diangkat. Demikian juga pesan WhatsApp tidak dibalas.

Sama halnya dr. Emy Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, juga enggang mengangkat telponnya dan pesan WhatsApp tidak dibalas.

Menarik ulur, (dikutip dari saudagar news, terbitan, 11/03/2023 lalu) Sekretaris Dinas Kesehatan Sinjai, drg. Farina Irfani mengatakan bahwa, sejak kebakaran pihaknya memang sudah melakukan tindakan cepat untuk pembangunan sementara sehingga pelayanan kesehatan tetap berjalan.

“Untuk tahun 2023 kami sudah siapkan pembangunan di lokasi yang lama dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang disiapkan pemda. Untuk di pokok kemarin sudah kita siapkan sekitar Rp. 3 miliar, lalu ada tambahan lagi, jadi jumlahnya Rp. 5 miliar semua untuk bangunan puskemas pulau sembilan,” ungkapnya Jumat, (10/3/2023) lalu.

Dokter Arin sapaanya berharap pelaksanaan pembangunan tersebut berjalan dengan baik. Dengan begitu, pelayanan ke masyarakat baik, itu rawat jalan, IGD dan rawat inap sudah bisa dimanfaatkan di gedung yang baru.

Baca Juga:  Polsek Sinjai Selatan Ternyata Gemar Gotong Royong

“Harapanya semoga bisa terealisasi di akhir tahun 2023 dan bisa dimanfaatkan. Untuk alat kesehatan (Alkes) sendiri kami sudah distribusikan kesana dari alkes yang masih ada stok di gedung Farmasi dan dari Puskesmas yang lain,” kata dia.

Lanjut dia pada tahun 2023 ini, pihaknya juga mendapat dana alokasi khusus (DAK) untuk pengadaan solar cell dalam menunjang pelayanan dan penambahan alkes untuk set IGD dan set persalinan.

Dr. Arin menambahkan, terkait upaya pelayanan kesehatan di Kabupaten Sinjai tidak hanya di Puskesmas Pulau Sembilan dengan melakukan rehab bangunan baru. Tetapi sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya di Pulau Sembilan dan juga di Kecamatan lain. Sebab, Dinkes berupaya selalu meningkatkan mutu dan akses pelayanan kesehatan.

“Kalau kita bicara mutu, tentu kita berbicara bagaimana kemampuan Faskes itu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dengan standar-standar pelayanan. Dan kalau kita bicara akses tentu kita bicara bagaimana masyarakat yang sakit mudah untuk mencapai fasilitas pelayanan kesehatan karena kita memiliki infrastrukturnya,” ujarnya.

Infratruktur yang dimaksud karena di desa, semua memiliki puskesmas pembantu juga disetiap kecamatan ada puskesmas dan itu diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Terutama dengan program Jamkesda plus dimana Kabupaten Sinjai sudah Universal Health Coverage (UHC), karena pemda menjamin atas premi masyarakat Sinjai untuk BPJSnya. Sehingga saya kira tidak ada kendala bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *