Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Pemprov Sulsel Gelontorkan 99 Miliar Dana Peningkatan Sarana Prasarana SMK

  • Bagikan

Pengadaan Peralatan DAK di SMK Negeri 1 Sinjai

MAKASSAR, Nuansainfonews.com – Sarana prasarana pendukung peningkatan mutu pendidikan digenjot secara berkesinambungan (setiap tahunnya). Tercatat tahun 2023, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel), dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, kembali gelontorkan anggaran peningkatan sarana prasarana Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sekitar Rp 99 Miliyar. Demikian disampaikan, Ahonk, PPTK DAK SMK Disdik Sulsel, Senin 18 Desember 2023.

Dengan gamblang disebutkan, anggaran Rp 99 Miliyar tersebut merupakan Dana Alokasi Khusu (DAK) peruntukannya adalah kegiatan fisik dan pengadaan peralatan. Menyasar semua Kabupaten/Kota di wilayah Sulsel.

“Untuk kegiatan fisik sudah terealisasi sekitar 98 persen. Batas realisasi tanggal 25 Desember 2023. Kami optimis dua tiga hari ini sudah terealisasi 100 persen” Ujar Ahonk.

Dikatakan anggaran pengadaan peralatan sekitar Rp 50 Miliyar sudah terealisasi dengan baik dan sisanya adalah pekerjaan fisik.

Baca Juga:  Sosok Srikandi Tanggu PLT Kasek SMP Negeri 2 Sinjai

“Unyuk pembangunan fisik dikerjakan secara swakelola tahap IV, dimana pelaksananya merupakan organisasi masyarakat. Bahkan ada ketua organisasinya adalah komite sekolah seperti SMK Negeri 3 Sinjai” Sebutnya.

Swakelola tahap ke IV dipilihnya dengan tujuan melibatkan masyarakat sekitar sekolah. Dengan demikian ada rasa memiliki atas pekerjaan tersebut berdampak pada kualitas bangunan.

“Pencairan dananya sudah terealisasi 70 persen. Untuk 30 persennya batas waktu pencairan sampai tanggal 28 Desember. Kita berharap pencairannya tidak menyebrang ke tahun 2024” Harapnya, sambil ditambahkan keberadaannya sebagai PPTK pada saat pekerjaan sementara berlangsung.

Sementara sumber lainnya meminta agar ke depan pelaksanaan pembangunan fisik tidak melibatkan ketua komite sebagai pelaksana. Karena sangat jelas dalam aturan tentang tugas dan fungsi komite adalah pengawasan.

Baca Juga:  E Mobilet Turnamen Esport Series Berbuntut Sorotan Ke Kadisdik Sinjai

“Agak rancu sebenarnya kalau komite ketua pelaksana kegiatan. Fungsi pengawasannya dimana. Ini sebenarnya harus dipahami agar kegiatan tahun berikut fungsi pengawasan komite tidak dilabrak” Tutur Sumber terenyuh meminta tidak ditulis jati dirinya.

Lanjut dipaparkan, dengan masuknya komite sebagai pelaksana kegiatan pihaknya menduga Disdik Sulsel, belum paham betul tentang tugas dan fungsi komite diatur dalam Permendikbud 75 tahun 2016.

“Fungsi pengawasannya jelas hilang kalau komite dijadikan ketua pelaksana pembangunan/renovasi” Tandasnya.

Selain komite sekolah disoroti, pengadaan peralatan turut dipertanyakan transparansinya. Mengingat sebelumnya Disdik Sulsel pernah diguncang isu terkait program smart school dimana pendukung kegiatan ini adalah smart TV ditengarai ada melenceng dari aturan. Bahkan disinyalir ada yang memonopoli pengadaannya.

Baca Juga:  Kompak Guru MTs Muhammadiyah Songing

“Pengadaan peralatan DAK untuk SMK tahun 2023 terkesan tertutup. Namun pastinya kita akan dalami kalau ditemukan dugaan pelanggaran akan kita laporkan secara resmi ke pihak APH. Begitu juga dengan smart tv pengadaan peralatan tambahannya sekitar Rp 6 juta/TV dibebankan di dana BOS. Berikut studio smart scool tidak semuanya berfungsi padahal anggarannya ratusan juta, kami mensinyalir ada pemborosan anggaran” Urainya.

Pihak lainnya SMK Negeri 1 Sinjai merupakan salah satu sekolah penerima manfaat pengadaan peralatan DAK tahun 2023. Dimana peralatan tersebut sudah diterima pihak sekolah , melengkapi berbagai kegiatan pembelajaran siswa.

“Sudah kita terima barangnya ada di ruangan belakang, banyak itemnya. Kita hanya penerima manfaat” Tegas, Ir. Mikyal Arsyad, M.Pd, Kasek SMK Negeri 1 Sinjai. (Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *