Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Harga Kebutuhan Pokok Meroket Ditengah Geliat Pasar Murah

  • Bagikan

SINJAI, nuansainfonews.com – Menjadi pembahasan “tidak bertepi” di salah satu grup WhatsApp harga kebutuhan pokok meroket. Ditengah geliat pasar murah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. Masing-masing melempar data, tentunya realita lapangan tetap diteriakkan oleh Taiyeb Andi Mappaserre mantan Sekda Sinjai, prihatin dengan kondisi harga pasar kian tidak terkendali. Sampai-sampai kekhawatiran inflasi turut “meroket” berdampak pada evaluasi kenerja T.R Fahsul Falah oleh Kemendagri nantinya.

“Sebenarnya bukan untuk berpolemik atas kenaikan harga, saya hanya menyarankan kepada Pj. Bupati agar menggerakkan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) untuk mengendalikan harga. Karena kenaikan harga kebutuhan pokok dapat mempengaruhi kenaikan inflasi daerah. Sementara salah satu perioritas penugasan Pj bupati adalah menekan inflasi. Jangan sampai hal itu akan mempengaruhi evaluasi beliau di Kemendagri” Ungkap Tayeb Andi Mappaserre, Jum’at malam, 22 Desember 2023.

Baca Juga:  PENGDA PORDI Resmi Dilantik

Secara gamblang, Taiyeb Andi Mappaserre, menyebutkan pasar murah yang digelar Pemkab. Sinjai tidak berpengaruh terhadap harga bahan pokok di pasar sentral Sinjai. Masih “meledak” perlu ada langkah kongkrit pihak TPID dalam pengendalian harga tersebut agar inflasi tidak ikut “meroket” di “Bumi Panrita Kitta” sebutan Kabupaten Sinjai.

“Disperindag update 21-12-2023 bahwa harga cabe rawit hari itu Rp.80.000/kg padahal orang di rumah saya pada siang hari beli dgn harga Rp.90.000/kg di pasar sentral.
Anak saya beli telur ayam ras saat pulang kantor harganya Rp.45.000/rak bukan Rp23.000/rak sebagaimana update Disperindag” Urainya.

Luapan empati kian berkecamuk dalam benak Taiyeb Andi Mappaserre, hingga tumpa ruah di grup WhatsApp dengan harapan sebagai “cambuk” penyemangat bagi Pj. Bupati Sinjai mengatasi fenomena harga kebutuhan pokok. Mengetuk TPID konsentrasi menghalau gelombang harga agar realita harga pasar konek dengan update data Disprindag. Korelasinya kerja tim harus digalakkan agar slogan supertim dalam TPID tidak “hambar”.

Baca Juga:  Plafon RSUD Sinjai Runtuh, Ada Krusial Harus Diusut Tuntas

“Sampai hari ini belum ada langkah yang berarti dari Pemda untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok yang meningkat tajam. Pemda sepertinya mengandalkan pasar murah padahal itu tdk mampu menurunkankan harga dan ini terbukti tetap naiknya harga-harga.
Apa kerja TPID sekarang? Kenapa tdk digerakkan? ” Ujar Mantan sekda Sinjai dengan nada bertanya.

Ada kegerahan dalam menanti kenerja TPID, lebih-lebih saat disandingkan harga kebutuhan pokok Kabupaten lainnya dengan harga kebutuhan pokok di Sinjai selisinya sangat fantastis. Seperti dicontohkan Kabupaten Bantaeng harga kebutuhan pokok cukup standar.

Baca Juga:  Program Pengkaderan Ulama Di Bumi Panrita Kitta Bakal Libatkan Ustadz Adi Hidayat

“Di Kabupaten Bantaeng sekarang cabe rawit perkilo Rp 30 ribu. Nah itu pasti karena Pemdanya peduli dan peka terhadap kebutuhan rakyatnya. Itu juga Bukti Pj. Bupatinya sadar bahwa salah satu program perioritas adalah mengendalikan inflasi di daerahnya” Paparnya, dengan tidak bermaksud membandingkan Pj. Bupati Sinjai dengan PJ. Bupati Bantaeng, melainkan memotivasi agar harga pasar terkendalikan secepatnya.

Sementara Muh. Saleh Kadis Perindag, Sinjai, dikonfirmasi seputar meroketnya harga kebutuhan pokok di pasar lewat pesan WhatsApp belum dibalas.

Demikian juga dengan Pj. Bupati Sinjai, T.R. Fahsul Falah masih berusaha dikonfirmasi hingga berita ini tayang. (Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *