Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Dikenang Pengabdiannya, Dokter Hj. Felicitas R. Asapa Menuju DPR RI

  • Bagikan

SINJAI, nuansainfinews.com – Hingga kini, Dokter Hj.Felicitas R. Asapa masyarakat Sinjai khususnya, masih mengenang masa-masa pengabdiannya di Kabupaten Sinjai. Pengabdian yang dilakoni itu jauh sebelum almarhum Andi Rudiyanto Asapa menjabat bupati di kabupaten ini. Andi Rudiyanto Asapa menjabat Bupati Sinjai dua periode, tahun 2003-2013.

“Selama 4,5 tahun menjabat Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai sebelum almarhum suami saya menjadi bupati. Waktu itu zaman Pak Roem (bupati),” begitu yang pernah dr Sita—sapaan akrab dr Felicitas R Asapa mengisahkan pengalamannya, belum lama ini.

Saat Andi Rudiyanto menjabat bupati, dr Sita masih sempat beberapa waktu mengemban amanah mengepalai RSUD sebelum akhirnya mengundurkan diri dan berhenti menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sejak itu ia fokus membantu suaminya dalam pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi di semua sektor kehidupan.

Pengalaman lebih 4 tahun mengepalai rumah sakit dan 10 tahun menjabat Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sinjai, membuat ia mengenal betul kondisi masyarakat di daerah ini.
Pengenalannya dengan masyarakat kian dekat setelah putranya, Andi Seto Ghadista Asapa, meneruskan pengabdian ayahnya, menjabat Bupati Sinjai sejak tahun 2018-2022.

Baca Juga:  Maha Guru Turun Gunung Support MTP Menuju Senayang

Meski begitu, di tahun 2023 ini dia tetap eksis turun ke masyarakat menyerap aspirasi masyarakat, yang membuat persentuhannya dengan masyarakat Sinjai terus terjalin hingga saat ini.

Semasa Andi Rudiyanto menjabat bupati, dr Sita mengusulkan agar dibuat program Jamkesda (jaminan kesehatan daerah) untuk membantu meringankan beban masyarakat yang menderita sakit. Usulan itu berangkat dari pengalamannya melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan pengobatan.

“Saya merasakan betapa susahnya jika ada warga yang sakit, apalagi bagi masyarakat miskin,” tuturnya.

Alhasil, usulan itu benar-benar bisa diwujudkan di Kabupaten Sinjai. Program ini memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat kurang beruntung secara ekonomi.
Masyarakat yang menderita sakit dipersilakan datang berobat ke layanan kesehatan yang ada, tanpa dipungut biaya. Beban biaya ditanggung oleh pemerintah daerah dan iuran warga yang tergolong mampu. Model ini yang kemudian diterapkan oleh pemerintah pusat dalam bentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Baca Juga:  Baleho GubernurKu Bertebaran Di Bumi Panrita Kitta

Dokter Sita bahkan menyebut selain mertuanya berasal dari Sinjai, ia juga merasa dirinya bagian yang tidak terpisahkan dari masyakat Sinjai.

“Saya akan tetap akan mengabdikan hidup saya untuk masyarakat semampu saya,” ucapnya.

Masyarakat Sinjai khususnya, hingga kini masih merindukan kehadiran dr Sita, yang kebetulan kerinduan itu bertepatan dengan tahun politik, masyarakatpun mendorong untuk maju sebagai Caleg di Dapil Sulsel II. Namun mereka pun berharap,sebagai Caleg di Dapil Sulsel II, bulan lagi untuk Sinjai melainkan wilayah kabupaten yang ada diDapil Sulsel II.

Oleh karena itu, di tahun politik jelang Pemilu 2024 ini, dirinya didorong untuk maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPR RI, dan dianggap sangat tepat manakala Partai Gerindra sebagai kendaraan untuk menuju kursi parlemen di Senayan dengan nomor urut 3 Dapil Sulsel II, meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Soppeng, Wajo, Bone, Sinjai dan Kabupaten Bulukumba.

Baca Juga:  Lawyer Ibukota RI Asal Bumi Panrita Kitta Bakal Ramaikan Pemilu 2024

Sekilas Riwayat dr Felicitas
Dr Sita bukanlah pendatang baru di perhelatan PemilihanLegislatif, pada tanggal 3 Oktober 2017 lalu , dr. Felicitas dilantik menjadi Anggot DPR-RI periode 2014-2019 sebagai Pergantian Antar Waktu (PAW).Yang pada waktu itu mewakili Partai Gerindra di Dapil Sulawesi Selatan 3

Felicitas adalah seorang dokter umum dan juga wirausahawati. Felicitas adalah pemilik dari perusahaan perdagangan hasil bumi (kopra, coklat dan kacang) yaitu dibawah Grup Cetara. (2005 hingga sekarang).

Pada masa kerja 2014-2019 Felicitas lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hasauddin Makassar (1981), pernah bertugas di Komisi 4 yang membidang pertanian, perkebunan dan kelautan.
Sementara di bidang Politik, Felicitas memulai karirnya sebagai dokter umum di 1991 hingga menjadi Kepala Puskesmas Kabupaten Takalar (1992-1999) dan (1999-2008) sebagai Direktur Rumah Sakit Sinjai di Kabupaten Sinjai.(Nuansainfo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *