Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

DBH Pemprov Sulsel Dimana Rimbahnya?

  • Bagikan

SINJAI, nuansainfonews.com – Kini tinggal beberapa hari lagi tahun 2023 tamat usia memasuki 2024. Sudah seharusnya detik-detik menanti pergantian tahun ini semuanya sudah kelar termasuk Dana Bagi Hasil (DBH) Pemprov Sulsel terealisasi justru belum ada “sinyal” bakal ditransfer ke KAS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, lalu dimana rimbahnya? Benarkah dana ini sudah digunakan Pemrov Sulsel membiayai kegiatan lainnya? Padahal menurut sumber layak dipercaya menyebut DBH itu merupakan kewajiban Pemprov mentransfer ke KAS Pemkab/Pemkot
setiap tahunnya.

“DBH itu merupakan kewajiban Pemprov kepada Kabupaten/Kota setiap tahunnya. Tidak seharusnya Pemrov Sulsel lalai dengan hal ini” Ungkap Petta Tujuh nama sumber media ini disamarkan, Selasa 26 Desember 2023.

Lanjut dikatakan, Pemrov Sulsel harus pekah terhadap fenomena Kabupaten/Kota sudah “babak belur” atas banyaknya kegiatan pembayarannya mandek. Seperti Kabupaten Sinjai ahir tahun 2023 diperhadapkan berbagai persoalan mulai insentif tenaga sukarela, utang kue, dan sekarang muncul lagi utang makan minum Pemkab sekitar Rp 50 juta belum terbayar.

“Tidak seharusnya DBH ditahan oleh Pemrov karena sudah masuk dalam program kegiatan masing-masing Kabupaten/Kota di tahun berjalan” Tegas Petta Tujuh.

Lanjut Petta Tujuh, mengatakan agar Pj. Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin fokus menuntaskan DBH tersebut. Bukan malah terkesan intens dengan kunjungan wisata diakhir tahun.

“Tidak apa-apa mengunjungi tempat-tempat wisata dan menikmati panorama alam, tapi tolong DBH direalisasikan dengan baik. Kasihan Kabupaten/Kota menanti dana ini” Tutur Petta Tajuh, mengaku mengetahui kunjungan Pj. Gubernur Sulsel di Kabupaten Sinjai lewat media sosial.

Kunjungan Pj. Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, di Kabupaten Sinjai dibenarkan oleh rilis resmi Diskominfo Sinjai yang dikirim di grup WhatsApp.

Dalam rilis tersebut dipaparkan, Pj. Gubernur Sulsel, berkunjung ke Kabupaten Sinjai, sekaligus menikmati panorama alam di Kecamatan Pulau Sembilan, Senin (25/12/2023). Ia ditemani isteri yang juga Pj Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Sofha Marwah Bahtiar.

Di Kecamatan Pulau Sembilan, Bahtiar seharian penuh berada di Pulau Larea-rea, salah satu objek wisata andalan Kabupaten Sinjai. Di pulau ini Ia banyak berdiskusi dengan Pj. Bupati Sinjai TR Fahsul Falah, dan Kadis PMD Sinjai, Yuhadi Samad.

Baca Juga:  Menyoal Pencairan Anggaran Tertatih-Tatih, Kepala BKAD Sinjai Angkat Bicara

Materi pembicaraan mereka seputar potensi Pulau Sembilan yang berada di Teluk Bone, teluk yang menjadi penghasil ikan terbesar di Sulawesi Selatan.

Selain potensi perikanan, potensi pengembangan hutan mangrove di sepanjang pesisir Teluk Bone, utamanya Sinjai turut dibahas Pj Gubernur.

“Saya baru pertama kali sampai di pulau ini, dan melihat daerah ini memang potensinya luar biasa dan sumber perikanan kita di Sulawesi Selatan. Jadi kita itu tidak punya pulau yang cukup banyak, hanya ada di daerah Pangkep kemudian Bulukumba dan Selayar dan khusus wilayah Teluk Bone ini yang terbesar pulaunya adalah Pulau Sembilan. Maka pulau ini harus kita jaga,” ucap Pj. Gubernur kepada wartawan di Pulau Larea-rea.

“Banyak kesuksesan yang sudah dilakukan oleh kawan-kawan kepala desa dan pak camat, dan pemerintah daerah tetapi memang ada banyak hal yang mungkin harus dikerjakan oleh Pemprov dan pemerintah nasional. Bahkan perlu uluran tangan saudara kita yang punya kelebihan di forum-forum CSR. Kita harus lebih serius lagi untuk memberi perhatian supaya segala infrastruktur dasar, air minum terutama penerangan kemudian fasilitas kesehatan dan pendidikan terpenuhi di Pulau Sembilan,” pesan Pj Gubernur kelahiran Bone ini.

Bahtiar juga berterima kasih kepada Pj. Bupati Sinjai dan Bupati Bulukumba yang berkolaborasi mengedukasi masyarakat untuk menjaga potensi perikanan, dan hutan Bakau di pesisir Teluk Bone.

“Kami juga akan diskusikan agar bagaimana Sulawesi Selatan ini menjadi pusat budidaya untuk pengembangan pembibitan bakau. Agar Bakau menjadi sumber penghasilan alternatif warga masyarakat setempat,” tandasnya.

Rombongan Pj. Gubernur Sulsel Jelajah Wisata Di Sinjai

Sementara itu Pj Bupati Sinjai, TR Fahsul Falah berterima kasih kepada Pj Gubernur Sulsel yang telah berkunjung ke Kecamatan Pulau Sembilan. Hal ini ungkapnya adalah satu kebanggaan karena pertama kali ada Gubernur Sulsel yang berkunjung di Kecamatan Pulau Sembilan.

Atas nama masyarakat Sinjai, TR Fahsul Falah mengucapkan terima kasih kepada Pj Gubernur dan rombongan yang telah datang ke Pulau Sembilan, dan berbagi ide serta gagasan untuk mengembangkan potensi perikanan, pencegahan abrasi, serta budidaya Mangrove di Teluk Bone khususnya Pulau Sembilan.

Baca Juga:  Sinjai Sasaran Pengembangan Kelapa Genjah Kementan RI

Sebelum ke Pulau Sembilan, Pj Gubernur Sulsel dan isteri menyerahkan Bibit Cabai kepada Pj Bupati Sinjai dan Pj Ketua TP PKK Sinjai.

Disisi lain, ada hal patut menjadi perhatian khususnya Pemkab Sinjai, terlebih khusus lagi TR. Fahsul Falah, Pj. Bupati Sinjai, atas jeritan menyayat hati warga, modalnya tergerus menanti penyelesaian utang makan minum Pemkab Sinjai. Bahkan harus terpaksa menyampaikan keluh kesahnya di medsos (Facebook) demi mendapatkan solusi atas persoalan tersebut.

“Berharap dengan cara ini pak PJ Bupati dan Pak Mantan Bupati A. Seto bisa melihat ini postinganku dan perintahkanki pejabat yang bertanggung jawab untuk lunasi. Semua utang-utang juga sudah diaudit inspektorat jadi mereka sudah punya itu datanya yang mesti dibayar” Ungkap IchiAriestuti pemilik catering makanan enak ibu saat dikonfirmasi terkait postingan tagihan ke Pemkab di Facebook.

Diceritakan, awalnya lancar pembayaran paling lama dua minggu. Kemudian mulai bulan april memesan secara terus menerus pembayaran sudah tersendat hingga mencapai kurang lebih Rp 90 juta. Mulai dari situ setiap penagihan dibayar sedikit-sedikit, sampai desember ini masih tersisa sekitar Rp 50 juta belum dilunasi.

“April kan masih masanya Andi Seto
Jadi makanya dia tau itu makan minum, ini kan Pasti perintahnya karena tamunya yang dikasi makan. Banyak carami kucoba supaya dibayarka dan selalu ku sampaikan sama orang dekatnya untuk bantu sampaikan.
Setidaknya kalau dia sampaikan sama pejabat yang bertanggung jawab bisa diusahakan tapi tidak adaji tanda-tanda akan lunas sampai akhir desember” Bebernya dengan nada sedih.

Salah Satu Acara di Rujab Era Pemerintahan Andi Seto Gadhista Asapa, Oleh Catering Makanan Enak Ibu

Lebih jauh disebutkan, yang tangani hal ini adalah Kasubag Rumah Tangga bagian umum Setdakab Sinjai, kala itu dijabat oleh Ibu Aprilia Nurmala Dewi.

“Sekarang sudah bukan dia menjabat (Aprilia Nurmala Dewi)” Jelasnya.

Menarik ulur, Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Sinjai Fachriandi Matoa (dikutip dari instingjurnalis.com) membenarkan adanya utang makan minum Rujab Bupati dan Wakil Bipati. Hanya saja kata Fachri (sapaan akrab Fachriandi Matoa), hal itu bukan merupakan utang pribadi Andi Seto Asapa (ASA), tapi utang Pemda Sinjai atas biaya makan minum di rumah jabatan Bupati dan wakil Bupati Sinjai yang belum terbayarkan.

Baca Juga:  TR. Fahsul Falah Paparkan Sepuluh Indikator Kenerja Di Kemendagri

“Itu utang biaya makan minum di rumah jabatan Bupati dan wakil Bupati pak,” ujar Fachri, Kamis (14/12/2023).

Dia menjelaskan bahwa utang tersebut terbagi atas beberapa item, namun yang menjadi viral adalah utang kue atau belanja makan minum rumah jabatan.

Ditanya wartawan, mengapa tidak dibayar? Fachri mengatakan bahwa tidak ada niat Pemda untuk tidak membayar melainkan anggaran yang tujuannya untuk menanggulangi biaya makan minum di rumah jabatan bupati dan wakil bupati Sinjai, belum cair.

“Yang melatarbelakangi mengapa utang tersebut terlambat dibayar adalah, karena dana bagi hasil dari pemerintah Provinsi sebesar 19 miliar lebih, baru cair kurang lebih 2 miliar jadi tersisa 17 miliar. Nah sampai sekarang itu (17 M) belum ditransfer, itulah yang membuat keterlambatan tersebut,” tutur Fachri menjelaskan.

Fachriandi Matoa

“Jadi ada dana, ada pendapatan yang dialokasikan yang sampai hari ini belum juga ditransfer oleh pihak Pemerintah Provinsi Sulsel. Jadi bukan kesalahan Pemda Sinjai tapi lebih kepada pihak Pemprov yang terlambat mentransfer dana tersebut,” imbuhnya.

Atas hal itu, politikus Partai Gerindra tersebut berharap kepada Pemda Kabupaten Sinjai agar segera menjawab informasi yang viral itu dan berupaya mencari solusi agar sesegera mungkin melunasi utang tersebut.

“Solusi dari saya hanya satu, solusi yang terbaik adalah mendesak Pemerintah Provinsi agar secepatnya mencairkan dana bagi hasil tersebut lalu melunasi utang yang dimaksud,” pungkasnya.

Sementara T.R Fahsul Falah, Pj. Bupati Sinjai diminta tanggapannya terkait dana bagi hasil provinsi menyarankan media ini konfirmasi ke BKAD Provinsi.

“Langsung dikonfirmasi ke BKAD Provinsi supaya lebih valid” Kuncinya.

Pihak provinsi masih sementara berusaha dikonfirmasi seputar persoalan ini hingga berita ini naik tayang. (Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *