Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Usut Tuntas Anggaran Dana Desa SamaturuE Sinjai

  • Bagikan

Ket. Foto Ilustrasi

SINJAI, nuansainfonews.com – Kian mencuat dugaan penyelewengan anggaran pembangunan di Desa Samaturue, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Sulsel. Hingga ada meminta pihak APH mengusut tuntas karena ditengarai beraroma korupsi. Demikian disampaikan sumber media ini, Kamis 4 Januari 2024.

“Ada pekerjaan terindikasi sarat permainan. Saya menduga ada oknum berupaya menggasak anggaran pembangunan di Samaturue” Sebut salah seorang sumber terenyuh, sembari meminta tidak dipublikasikan identitasnya.

Disebutkan salah satu kegiatan disinyalir terjadi penyimpangan anggaran adalah pembangunan drainase jalan Hombes, Dusun Balangpesoang Rilau. Menggunakan anggaran desa diawal tahun untuk drainase sisi kanan jalan sekitar Rp 100 juta, dan kemudian ditahun yang sama akhir 2023 dianggarakan Rp 50 juta untuk kegiatan pekerjaa talud sebelah kiri jalan.

Baca Juga:  Siapa Tukang Bisik Dibalik Nonjob ASN Pemprov Sulsel

“Beda anggarannya drainase dan talud. Untuk drainase anggarannya Rp 100 juta, kalau kita lihat realitanya jauh sekali selisihnya dengan material dan upah kerja hanya sekitar Rp 50 juta” Bebernya.

Pihaknya menyebutkan dugaan kejanggalan tersebut patut untuk diusut setuntas-tuntasnya oleh pihak APH.

“Material yang digunakan 4 truk pasir, 8 truk batu gunung,semen tonasa kurang lebih 150 zak, gaji/HOK Rp 20 juta, memggunakan pekerja sekitar 18 orang, itu untuk drainasenya yang sebelah kanan kalau kita masuk, dengan total anggaran Rp100 juta. Coba kita hitung semuanya hanya sekitar Rp 50 juta dana yang digunakan” Tuturnya.

Menarik ulur, pekerjaan drainase tersebut juga sempat dimuat media ini, Selasa (2/1/2024) dengan judul “Pembangunan Drainase Hombes Samaturue Menuai Sorotan, APH Diminta Turun Ke Lokasi”.

Baca Juga:  Kapolres Sinjai Pimpin Gelar Perkara Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur

Dimana sumber pada pemberitaan sebelumnya mengaku keheranan dengan jumlah anggaran dan realita pekerjaan hanya sekitar 100 Meter. Ia menduga anggarannya terlalu besar perlu diusut oleh pihak berkompeten.

“Lumayan anggarannya, kalau tidak salah sekitar Rp 150 juta. Baru volume pekerjaan kita bisa lihat sendiri disana. Lucunya lagi lebih tinggi drainase dari badan jalan, jelas air tergenang di badan jalan” Katanya sambil mengarahkan media ini ke lokasi.

Berdasarkan pantauan media ini di lokasi, Selasa 2 Januari 2024 lalu, didapatkan jalan cor beton sudah ditimbun sepotong sirtu (batu pecah). Hanya memang ada beberapa titik lebih rendah badan jalan (sudah berstatus jalan rabat beton red) dengan bibir drainase dan talud sebelah kiri badan jalan. Kelihatannya penimbunan jalan beton tersebut agar setara dengan bibir drainase.

Baca Juga:  PENGDA PORDI Resmi Dilantik

Sementara, Kades Samaturue, Palewai saat ditemui dikediamannya lagi tidak di tempat, menurut informasi sedang di bengkel kerja mobil.

“Iye Pak Desa tidak ada, lagi di bengkel kerjaki mobilnya” Ungkap seseorang laki-laki kepada media ini.

Sekitar satu jam seblumnya dihari yang sama media ini untuk melakukan konformasi, sekitar Pukul, 9.30 Selasa Pagi, 2 Januari 2024, menurut seorang perempuan di teras samping rumahnya menyebutkan kalau Kades Samaturue, Palewai SE, masih tidur.

“Matinro ufi pak” Singkatnya, kalau diartikan dalam bahasa Indonesia Pak Desa Palewai masih tidur. (Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *