Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Dana Stunting Pemkab Sinjai Ditengarai Tidak Tepat Sasaran

  • Bagikan

Ket. Foto Ilustrasi

SINJAI, nuansainfonews.com – Banyak pihak menilai dana stunting bersumber dari Dana Insentif Fiskal (DIF) miliyaran rupiah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, ditengarai tidak tepat sasaran. Terkesan bagi-bagi anggaran, ada yang tidak bersentuhan langsung dengan penurunan serta penekanan angka stunting.

“Seharusnya Pemkab Sinjai lebih fokus pada kegiatan penurunan dan penekanan angka stunting” Sebut sumber saat bincang-bincang dengan media ini disalah satu warkop di Sinjai Utara, pekan lalu meminta tidak dipublikasikan jati dirinya.

Secara gamblang pihaknya mengatakan, penggunaan anggaran stunting disejumlah OPD ada yang tidak berdampak secara langsung pada penurunan dan penekanan stunting. Dicontohkan Dinas Infokom dan Persandian Kabupaten Sinjai mengelola anggaran sekitar Rp 300 juta hanya digunakan untuk perbaikan sarana prasarana yang ada di Infokom serta pemasangan spanduk.

Baca Juga:  Usut Tuntas Anggaran Dana Desa SamaturuE Sinjai

“Kegiatannya tidak mengarah kepada penurunan dan penekanan stunting. Apakah ini bukan salah sasaran?” Ujarnya dengan nada bertanya.

DR. Mansyur, Kadis Infokom dan Persandian Sinjai

Sementara DR. Mansur, Kadis Kominfo dikonfirmasi, Senin 8 Januari 2024, seputar anggaran DIF sekitar Rp 300 juta yang dikelolahnya membenarkan tidak berdampak secara langsung pada penurunan angka stunting. Melainkan fokus pada kegiatan publikasi dan edukasi pada pada masyarakat melalui penyebarluasan informasi.

“Hanya 0,01 persen dampaknya pada penekanan/penurunan angka stunting. Kita gunakan anggaran ini untuk perbaikan sarana untuk edukasi ke masyarakat melalui pemasangan baliho di beberapa titik” Katanya.

Baca Juga:  TR. Fahsul Falah Paparkan Sepuluh Indikator Kenerja Di Kemendagri

Ditanya soal jumlah stunting menurutnya data pastinya ada pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai. Kendati demikian, pihaknya mengakui program stunting Diskominfo dan Persandian melalui proses “alot”. Semua kegiatan sudah sesuai mekanisme diawali usulan ke Bapeda Sinjai diteruskan ke pihak keuangan. Makanya itu pihaknya menilai kalau penggunaan anggaran stunting sudah tepat karena prosesnya sudah benar lewat usulan program.

“Kegiatan stunting yang dilaksanakan itu hasil usulan ke Bapeda, dan Bapeda teruskan usulan ini ke pihak keuangan. Ada proses kita lalui dalam menjalankan kegiatan. Kalau tidak tepat sasaran kenapa disetejui pihak BAPEDA” Pungkasnya.

Baca Juga:  Menyoal Pencairan Anggaran Tertatih-Tatih, Kepala BKAD Sinjai Angkat Bicara

Menarik ulur, Kabupaten Sinjai diganjar reward Dana Insentif Fiskal (DIF) sebesar Rp 6,4 Miliyar atas kinerja dalam penanganan/penurunan stunting. Reward ini diserahkan oleh Wakil Presiden RI kepada TR Fahsul Falah, Pj. Bupati Sinjai, Jumat (6/10/2023).

“Seharusnya Pemkab Sinjai lebih fokus penggunaan anggaran DIFnya melanjutkan program dan kegiatan sebalumnya karena sudah terbukti berhasil dan diganjar reward oleh Pemerintah Pusat. Bukan justru memasang baleho terkesan baru mau memulai penanganan stunting” tutur sumber lainnya. (Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *