Menu
Akurat, Berani & Terpercaya

Gatol Jalur Mediasa Kasus Sang Pangeran

  • Bagikan

Ket. Foto Ilustrasi

SINJAI, nuansainfonews.com – Sungguh diluar dugaan upaya mediasi kasus Sang Pangeran (Anak Pejabat Tinggi red) di Kabupaten Sinjai, Sulsel, Gagal Total (Gatol). Hal ini diungkapkan Ahmad Marsuki, kuasa hukum Dewi Sinta nama samaran korban dugaan penganiayaan Sang Pangeran, Jum’at sore 26 Januari 2024.

“Belum ada info ini kanda dari klien maupun kuasanya hukumnya AK” Ungkap Mamat sapaan akrab Ahmad Marsuki.

Lanjut dikatakan, mediasi tersebut rencananya digelar usai shalat juma’at namun demikian sekitar pukul 16.34 Wita pihak sang pangeran inisial AK belum ada kabar. Padahal sebelumnya kedua bela pihak sudah sepakat menempuh jalur kekeluargaan dalam pemyelesaian dugaan kasus penganiayaan tersebut.

Baca Juga:  PJ Bupati Sinjai Diterpa Isu Tidak Sedap

“Gagal mediasinya, padahal natahanka sampai sore baru nihilji” Tegas Mamat.

Sejurus kemudian sekitar pukul 17.08 Wita, Ahmad Marsuki sudah berada di Polres Sinjai untuk melaporkan kasus dugaan penganiayaan tersebut.

“Adama di Polres sekarang dengan teman-teman Pers” Ujar Ahmad Marsuki.

Gatolnya jalur kekeluargaan kasus tersebut juga dibenarkan oleh Subhan kuasa hukum AK terduga pelaku penganiayaan. Hanya saja pihaknya tidak membeberkan penyabab gagalnya mediasi ini.

Baca Juga:  Ada Apa Perumda Air Minum Tirta Sinjai Bersatu

“Mediasinya gagal” Singkatnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya pada hari Kamis 25 Januari 2024, kuasa hukum korban Ahmad Marsuki dan Subhan kuasa hukum IK terduga pelaku melakukan kesepakatan menempuh jalur kekeluargaan. Tepatnya di depan pos piket Mapolres Sinjai. Dimana pihak korban memberi kesempatan selama 1×24 jam kepada pelaku.

“Kemarin itu saya ke Polres untuk melaporkan secara resmi tapi karena kuasa hukum pelaku meminta jalur mediasa makanya kita kasi kesempatan satu kali dua puluh empat jam” Urai Ahmad Marsuki.

Baca Juga:  Sinjai Bakal Bangun Dua LPM Tahun Ini

Menelisik lebih jauh, tempat kejadian dugaan penganiayaan tersebut berlangsung di Ibu Kota RI (Jakarta red). Diperkirakan antara tanggal 5-7 Januari 2024.

Sementara sumber lainnya yang berhasil disadap media ini mengakui mengetahui banyak tentang kejadian tersebut. Hanya saja pihaknya belum membeberkan secara detail motif dibalik kejadian ini.

“Kutau sekali ini kasus. Sudah pernah saya dengar curhatannya, mulai pertemuan dengan salah satu organisasi, chat di Makassar sampai di Jakarta” Tutur Sumber dirahasiakan jati dirinya. (Yusuf Buraerah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *